Erdogan: Pembunuhan Ilmuwan Iran Bertujuan Mengacaukan Keamanan Regional

0
98

Ankara, LiputanIslam.com –   Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengutuk pembunuhan ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh dan menyebut aksi itu bertujuan mengacaukan keamanan regional.

Direktorat Komunikasi Turki dalam sebuah pernyataannya, Kamis (3/12/2020), menyebutkan bahwa dalam kontak telefon dengan sejawat Presiden Iran, Hassan Rouhani, Erdogan mengekspresikan kesedihan yang mendalam atas gugurnya Fakhrizadeh, dan menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Iran dan keluarga ilmuwan.

Erdogan mengatakan, “Teror terhadap Fakhrizadeh mengincar perdamaian di kawasan, dan saya yakin harapan pihak-pihak pelaku kejahatan itu untuk dapat mengacaukan stabilitas dan keamanan di kawasan kembali tidak akan terwujud.”

Fakhrizadeh dibunuh secara misterius dan tanpa ada pelaku yang terdeteksi di tempat kejadian pada hari Jumat pekan lalu, dan dengan demikian fisikawan itu menjadi ilmuwan nuklir Iran kelima yang dibunuh oleh musuh Iran sejak tahun 2010.

Berbagai negara, termasuk Inggris dan Rusia serta Bahrain dan Uni Emirat Arab, turut mengecam serangan teror tersebut.

Dalam percakapan telefon itu, Erdogan dan Rouhani juga membicarakan upaya penguatan kerjasama bilateral dan regional.

Erdogan juga menyinggung kesepakatan gencatan senjata di Karabakh antara Azerbaijan dan Armenia, dan menekankan bahwa segala tindakan yang mengancam integritas wilayah Azerbaijan harus dihindari.

Menurutnya, kesepakatan itu sangat penting bagi keamanan dan perdamaian di kawasan itu serta merupakan baru bagi semua negara regional, termasuk Armenia sendiri.

Di pihak lain, Presiden Hassan Rouhani mengapresiasi kecaman Ankara  dan menyebut pembunuhan ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh sebagai kejahatan besar yang justru menandakan kelicikan musuh Iran setelah tak berdaya menyaksikan pesatnya gerakan sains para ilmuwan Iran.

“Jelas bagi kami metode yang digunakan dalam pembunuhan ini dan oleh siapa itu dilakukan,” ujar Rouhani.

Rouhani mengatakan bahwa Fakhrizadeh telah menghabiskan banyak waktunya dalam beberapa bulan terakhir untuk menanggulangi pandemi Covid-19, dan telah melakukan penelitian untuk membuat peralatan diagnostik untuk penyakit tersebut.

Karena itu, Rouhani menambahkan bahwa pembunuhan ilmuwan Iran itu merupakan kejahatan besar dan tindakan tidak manusiawi. (mm/fna/anadolu/irna)

Baca juga:

Kecam Pembunuhan Ilmuwan Iran, Pakistan Berharap Tak Terjadi Eskalasi Ketegangan

Intelijen Iran Telah Mengidentifikasi Para Terduga Pelaku Pembunuhan Ilmuwan Fakhrizadeh

DISKUSI: