Erdogan Mengaku Berkemungkinan akan Adakan Pertemuan dengan Al-Assad demi Perdamaian

0
131

Ankara, LiputanIslam.com   Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengaku berkemungkinan mengadakan pertemuan dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad demi menunjang perdamaian dan stabilitas di Suriah, seminggu setelah terjadi pertemuan menteri pertahanan kedua negara.

Para menhan Rusia, Turki dan Suriah serta perwira tinggi intelijen mengadakan pembicaraan di Moskow pekan lalu dalam kontak resmi tingkat tertinggi antara Turki dan Suriah selama lebih dari satu dekade.

Pada pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) di Ankara, Erdogan mengatakan, “Setelah itu kita bisa bertemu sebagai pemimpin Rusia, Turki, dan Suriah, tergantung perkembangan. Tujuan kami adalah membangun perdamaian dan stabilitas di kawasan.”

Dia juga mengatakan, “Menteri pertahanan Turki, Rusia, dan Suriah serta kepala intelijen berkumpul di Moskow. Mudah-mudahan, para menteri luar negeri akan duduk bersama dalam format trilateral.”

Pada tanggal 28 Desember, menteri pertahanan Turki, Rusia, dan Suriah berkumpul di Moskow untuk membahas upaya kontra-terorisme di Suriah, dan mereka sepakat untuk melanjutkan pertemuan segitiga untuk memastikan stabilitas di Suriah dan di wilayah yang lebih luas.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan pertemuan kedua dapat dilakukan pada pertengahan Januari.

Turki memutuskan hubungannya dengan Suriah pada Maret 2012, setahun setelah Suriah dilanda pemberontakan dan terorisme skala besar yang didukung pihak luar, termasuk Turki.

Turki selama 11 tahun terakhir mendukung pemberontakan dan teroris yang gagal menggulingkan pemerintah Al-Assad yang dipilih secara demokratis, dan Erdogan bahkan menyebut Al-Assad sebagai “pembunuh.”

Sejak 2016, Turki juga telah melakukan tiga operasi darat berskala besar terhadap militan Kurdi yang didukung AS dan berbasis di Suriah utara.

Pemerintah Turki menuduh militan Kurdi Unit Perlindungan Rakyat (YPG) menjalin hubungan dengan kelompok Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dicap oleh Ankara sebagai organisasi teroris.

Sejak 20 November, Turki telah melancarkan serangan udara di bagian utara Suriah dan Irak terhadap apa yang disebutnya tempat persembunyian PKK.

Mensur Akgun, seorang profesor hubungan internasional, mengatakan perubahan berupa pendekatan Ankara dengan al-Assad belakangan terjadi karena adanya transformasi besar dalam dinamika di kawasan dibandingkan dengan 11 tahun lalu ketika hubungan antara kedua negara secara resmi terputus pada puncak Arab Springs.

Dia juga percaya bahwa Rusia memainkan peran kunci di balik dialog yang bermula belakangan ini antara kedua negara yang bermusuhan tersebut. (mm/aljazeera/presstv)

Baca juga:

Ankara Ingin Normalisasi Hubungan dengan Damaskus, Pemberontak Suriah Ketar-Ketir

Wapres Iran:  Pemimpin Besar Iran Rontokkan Konspirasi Musuh terhadap Suriah

DISKUSI: