Erdogan kepada Putin: Kami di Suriah akan Membalas jika Diserang

0
133

Istanbul, LiputanIslam.com –  Presiden Turki Recep Tayip Erdogan menyampaikan pesan kepada sejawatnya di Rusia, Vladimir Putin, bahwa Turki akan bereaksi “dengan lebih tegas” jika tentaranya di Suriah mendapat serangan lagi dari tentara Suriah.

Kantor kepresidenan Turki, Selasa (4/2/2020), menyatakan bahwa pesan itu disampaikan Erdogan dalam percekapan telefon dengan Putin menyusul terjadinya kontak senjata tentara Turki dengan tentara Suriah yang dikabarkan telah menjatuhkan lebih dari 20 korban tewas.

Erdogan mengatakan bahwa Ankara “akan terus menggunakan haknya yang sah dalam membela diri dengan tekad yang lebih besar jika mendapat serangan serupa”.

Presiden Turki menyebut serangan tentara Suriah terhadap tentara Turki sebagai pukulan terhadap upaya kolektif Turki dan Rusia yang bertujuan menerapkan perdamaian di Suriah.

Seperti diketahui, Rusia menyokong pemerintah Suriah, sementara Turki menyokong kelompok-kelompok pemberontak Suriah. Meski demikian, Rusia dan Turki memperkuat kerjasamanya mengenai Suriah sejak tahun 2016.

Baca: Tanggapi Klaim Ankara, Damaskus Tuding Pasukan Turki Duduki Wilayah Suriah

Dalam beberapa hari terakhir, Ankara mengritik Moskow dan menganggapnya tidak memberikan tekanan yang memadai kepada Damaskus agar tentara Suriah menghentikan operasi militernya di provinsi Idlib yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Di pihak lain, AS mengumumkan dukungannya kepada Turki yang notabene sekutunya di NATO dalam konflik di Idlib.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyebut serangan artileri Suriah terhadap posisi-posisi tentara Turki di Idlib sebagai “eskalasi berbahaya”, dan mengatakan bahwa para pejabat AS “sepenuhnya mendukung tindakan membela diri yang dibenarkan” yang dilakukan Turki dalam menanggapi serangan tersebut.

Baca: Tentara Suriah Terlibat Kontak Senjata dengan Tentara Turki di Idlib

Sementara itu, PBB mengumumkan bahwa pertempuran di Suriah barat laut telah menyebabkan sekitar setengah juta orang mengungsi, yang sebagian besar menuju perbatasan Turki. PBB juga menyebutkan bahwa Ankara telah menampung lebih dari 3,6 juta pengungsi Suriah.

Sejak Desember 2019, tentara Suriah yang didukung Rusia menggalakkan operasi militernya  terhadap kelompok-kelompok pemberontak dan teroris Idlib, terutama Hay’at Tahrir al-Sham alias Jabhat al-Nusra yang menguasai sebagian besar wilayah provinsi Idlib. (mm/raialyoum)

DISKUSI: