Erdogan: Invasi Rusia ke Ukraina Tak Dapat Diterima, Tapi Turki Tetap Jaga Hubungan

0
190

Ankara, LiputanIslam.com –  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut invasi militer Rusia terhadap Ukraina “tidak dapat diterima”, tapi Turki tetap menjaga eratnya hubungan dengan Moskow maupun Kyiv.

“Serangan Rusia ke wilayah Ukraina tidak dapat diterima, dan kami menghargai perjuangan pemerintah dan rakyat Ukraina,” ungkap Erdogan dalam jumpa pers usai rapat kabinet, Senin (28/2).

Dia menambahkan, “Kami tidak akan melepaskan kepentingan nasional kami, dengan mempertimbangkan keseimbangan regional dan global. Itulah mengapa kami mengatakan bahwa kami tidak akan meninggalkan Ukraina atau Rusia.”

Erdogan mengatakan bahwa Turki sebagai anggota NATO menghormati komitmennya terhadap aliansi ini, meskipun ia juga tak dapat mengabaikan “kepentingan nasionalnya” di kawasan.

Menurut Erdogan, Turki yang berbagi perbatasan maritim dengan Ukraina dan Rusia memiliki hubungan baik dengan keduanya dan akan menerapkan pakta angkatan laut internasional untuk mencegah eskalasi perang.

Konvensi Montreux 1936 memberi Turki hak untuk melarang kapal perang menggunakan Dardanelles dan Bosporus selama masa perang. Ukraina sebelumnya meminta Ankara untuk menerapkan perjanjian itu dan melarang akses ke kapal perang Rusia.

“Turki bertekad untuk menggunakan wewenang yang diberikan oleh Konvensi Montreux tentang Selat Turki untuk mencegah eskalasi krisis Rusia-Ukraina,” kata Erdogan.

Ankara menjalin hubungan dekat dengan Rusia di sektor energi dan pertahanan, tapi juga telah menjual drone ke Ukraina dan menandatangani kesepakatan untuk memproduksi lebih banyak, meski menggusarkan Rusia. (mm/raialyoum/rferl)

Baca juga:

Kecam “Kekaisan Pembohong Barat”, Putin Berjanji kepada Macron Tak Serang Sipil di Ukraina

Damaskus: AS dan Barat Tak Berhak Bicara Soal Hukum Internasional

DISKUSI: