Emirat Lancarkan Serangan Udara di Aden dengan Dalih Perangi Teroris, Mansour Hadi Membantah

0
107

AbuDhabi, LiputanIslam.com –  Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan bahwa serangan udaranya di Aden, Yaman selatan, pada Kamis  (29/8/2019), dilancarkan terhadap “organisasi-organisasi teroris” yang menyerang pasukan koalisi dan bandara Aden, namun presiden pelarian Yaman Mansour Hadi membuat pernyataan yang menyudutkan UEA.

Menanggapi tuduhan sebelumnya dari menteri luar negeri pemerintahan presiden pelarian Yaman Mansour Hadi terkait dengan serangan udara UEA di Aden, UEA menegaskan pihaknya “berhak membela diri dan bereaksi terhadap ancaman” yang dihadapi pasukan koalisi pimpinan Saudi.

“Organisasi-organisasi teroris mulai meningkatkan secara signifikan serangannya terhadap pasukan koalisi dan warga sipil sehingga menjadi ancaman langsung bagi keamanan pasukan ini dan memancing serangan udara terbatas terhadap milisi teroris pada 28-29 Agustus 2019, sesuai aturan dalam Perjanjian Jenewa dan undang-undang kemanusian internasional,” bunyi statemen Kementerian Luar Negeri UEA.

Baca: Mansour Hadi Tuding Emirat Gunakan Jet Tempur Terhadap Milisi di Yaman Selatan

Statemen itu juga menyebutkan bahwa badan intelijen UEA dalam beberapa pekan terakhir telah memantau pergerakan sel-sel teroris di berbagai kawasan Yaman, “yang menjadi ancaman bagi perjuangan pasukan koalisi membasmi bahaya teroris di Yaman serta bagi upaya perlawanan terhadap milisi Houthi (Ansarullah), pihak yang paling diuntungkan oleh tersebarnya kekacauan dan organisasi-organisasi teroris.”

Di pihak lain, presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi menyerukan kepada Saudi agar menghentikan campur tangan UEA, dukungannya kepada kelompok-kelompok separatis Yaman, dan serangannya udaranya terhadap pasukan Mansour Hadi. Dia juga mengatakan bahwa UEA tidak perlu mencari-cari dalih sebagai pintu masuk untuk membelah Yaman atau bertindak ekstrem terhadap sejengkalpun wilayah Yaman.

Baca: Petinggi Ansarullah Jelaskan Konfrontasi di Kubu Saudi-UEA di Aden

Dalam pernyataan yang ditayangkan televisi Yaman, Hadi menegaskan, “Kehormatan dan kehidupan kami adalah demi melindungi dan membela negeri kami dan kedaulatannya, dan pertempuran sekarang adalah pertempuran determinan demi membela kesatuan, keselamatan, dan stabilitas negeri leluhur dan masa depan anak cucu di Yaman yang bersatu dan adil.”

Mansour Hadi juga menyebutkan adanya “milisi-milisi pembangkang”, yaitu pasukan Dewan Transisi Yaman Selatan yang telah menyerang lembaga-lembaga pemerintah dan kamp-kamp militer di Aden dengan dukungan, dana, dan perencanaan pemerintah UEA, kemudian meluas ke arah provinsi Lahij dan Abyan untuk menjatuhkan lembaga-lembaga dan kamp-kamp militer pemerintahan Hadi, hingga mencapai provinsi Shabwah.

Hadi menuding UEA sedang memanfaatkan situasi buruk yang melanda Yaman “agar pasukan Dewan Transisi menguasai lembaga-lembaga negara yang sah.”

Hadi menjelaskan, “Jet-jet tempur UEA telah melancarkan beberapa serangan militer terhadap warga sipil dan tentara nasional di tengah kawasan permukiman di berbagai lokasi di Aden, hingga menyebabkan tentara menarik diri ke pinggiran provinsi Aden demi melindungi ibu kota (sementra) ini dan penduduknya yang Muslim dan merdeka dari kehancuran menggila yang dilakukan oleh milisi transisi yang didukung dengan serangan udara jet-jet tempur UEA.”

Hadi mengaku terkejut atas “serangan udara pada Kamis pagi itu, yang telah menjatuhkan puluhan korban tewas dan luka di provinsi Abyan dan Aden, dan atas aksi-aksi penyerbuan dan penangkapan yang telah dilakukan sampai pada batas eksekusi para korban luka di sejumlah rumah sakit Abyan.”

Dia lantas bersumpah akan melawan semua itu sembari menyebutkan nama Iran.

“Senjata, arsenal, dan milisi Iran tidak membuat kami takut, demikian pula jet-jet tempur sia-sia (UEA) yang menyerang wilayah kami,” tegasnya. (mm/raialyoum)

DISKUSI: