Petinggi Ansarullah Jelaskan Konfrontasi di Kubu Saudi-UEA di Aden

0
77

Sanaa, LiputanIslam.com –  Anggota Biro Politik gerakan Ansarullah di Yaman, Mohammad al-Bukhaiti, menyatakan bahwa kubu lawannya, yaitu pemerintahan Abd Rabbuh Mansour Hadi yang berbasis di kota Aden, Yaman selatan, tidak memiliki kekuasaan karena segala keputusan ada di tangan rezim Arab Saudi yang menyokongnya.

Dalam wawancara dengan saluran TV al-Alam, Rabu (28/8/2019), dia menjelaskan bahwa realitas yang terjadi di beberapa provinsi di Yaman selatan adalah konfrontasi antarelemen kubu itu sendiri, yaitu antara Dewan Transisi yang didukung Uni Emirat Arab (UEA) atas nama Yaman Selatan dan Partai Reformasi yang bergerak atas nama pemerintahan Hadi dan didukung oleh Arab Saudi.

Al-Bukhaiti mengatakan, “Saudi pada akhirnya akan berlepas tangan dari Partai Reformasi dan para sekutunya, yang kurang cerdas dan menipu diri dengan merasa mewakili apa yang disebut (pemerintahan) ligitimated. Akan datang saatnya di mana Saudi akan menjual mereka dan mengisolasi mereka dari proses politik karena Saudi hanya mencari kepentingannya sendiri.”

Baca: Ansarullah Yaman Lancarkan Serangan Drone Samad-3 ke Riyadh

Menurut al-Bukhaiti, pihak yang menderita kerugian langsung di Yaman selatan bukanlah UEA, melainkan para sekutunya, dan UEA tidak mempedulikan hal ini. Sedangkan kemenangan yang dicapai Saudi atas UEA di Yaman selatan adalah kemenangan pasukan pendudukan, dan ini akan membuat Partai Reformasi semakin dominan di sana.

Dia menilai interes UEA dan Saudi tidak akan tercapai kecuali dengan memecah belah Yaman, dan perang yang terjadi di selatan adalah perang proksi dan bahkan perang yang diproyeksikan oleh AS.

Baca: Serangan Rudal Yaman Hancurkan Hanggar Jet-jet Saudi

Al-Bukhaiti memastikan bahwa berlanjutnya perang di Yaman sangat menguntungkan AS dan Israel, dan tak ada pembicaraan antara Ansarullah dan AS.

Beberapa sumber Yaman menyatakan bahwa pasukan loyalis Mansour Hadi telah menguasai distrik Dar Saad dan distrik Syeikh Utsman di provinsi Aden serta jalur laut yang mengarah ke Istana Presiden di Aden, namun kontak senjata antara kedua pihak masih berlanjut.

Selain itu, loyalis Hadi dan Partai Reformasi juga telah memasuki kawasan sekitar al-Ma’la, sementara pasukan Sabuk Pengaman (al-Hizam al-Amni) yang didukung UEA telah meninggalkan sejumlah barak militer di kota Aden, dan kemudian kawanan bersenjata menjarah apa yang ada di markas-markas pasukan Sabuk Pengaman di kota itu. (mm/alalam)

DISKUSI: