Ebrahim Raisi: Iran Buktikan Kesungguhannya dalam Perundingan Nuklir

0
207

Teheran, LiputanIslam.com –  Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi menyatakan Iran telah mengikuti perundingan nuklir dengan prima, terhormat dan serius.

“Sebagian orang membayangkan bahwa kami membutuhkan inisiasi, tak punya pendapat dan tak akan mengikuti pembicaraan (nuklir), tapi Iran telah mengikutinya dengan prima dan terhormat serta mengajukan dua teks yang sesuai dengan perjanjian nuklir mengenai isu nuklir dan sanksi,” ujarnya dalam sebuah pernyataan di televisi, seperti dikutip Al-Alam,  Ahad (5/12).

Presiden Raisi menyatakan demikian manakala negara-negara besar Barat meragukan keseriusan Teheran untuk memulihkan perjanjian nuklir yang diteken Iran bersama enam negara besar dunia pada tahun 2015 namun dikhianati oleh AS pada tahun 2018.

Sementara itu seorang pejabat tinggi Kemlu Iran di hari yang sama menilai keengganan Amerika Serikat (AS) mencabut semua sanksinya terhadap Iran sebagai tantangan utama bagi upaya penyelamatan perjanjian tersebut.

Pembicaraan tidak langsung antara Washington dan Teheran mengenai pemulihan perjanjian itu dihentikan pada hari Jumat lalu. Kedua belah pihak menyatakan negosiasi itu akan dimulai lagi pada pekan berikutnya, sementara para pejabat Barat menyatakan ketidakpuasan mereka terhadap banyak tuntutan Iran.

Dikutip Tasnim, pejabat anonim Kemlu Iran itu mengatakan, “Sekarang jelas bahwa keengganan Washington untuk sepenuhnya mencabut sanksi adalah tantangan utama bagi kemajuan pembicaraan.”

Dia menambahkan, “Kami percaya bahwa kesepakatan bisa dicapai jika pemerintah AS meninggalkan kampanye tekanan maksimum dan pihak-pihak Eropa secara serius menunjukkan fleksibilitas dan kemauan politik dalam pembicaraan.”

Kepala negosiator nuklir Iran, Ali Bagheri Kani, mengatakan pihaknya telah mengajukan dua rancangan proposal, satu tentang pencabutan sanksi dan yang lain tentang pembatasan nuklir.

Teheran mengaku bahwa selanjutnya akan mengajukan rancangan proposal ketiga tentang “mekanisme dan masalah-masalah yang berkaitan dengan jaminan untuk mencegah AS menarik diri lagi dari kesepakatan nuklir.” (mm/alalam/raialyoum)

Baca juga:

AS Tuding Iran Tak Serius Soal Pemulihan Perjanjian Nuklir

Eropa Kecewa, Iran Tegaskan Usulannya dalam Perundingan Nuklir Memiliki Dasar Hukum

DISKUSI: