AS Tuding Iran Tak Serius Soal Pemulihan Perjanjian Nuklir

0
427

Washington, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengklaim bahwa putaran terbaru perundingan nuklir Iran berakhir karena Iran sejauh ini tampak  tidak serius melakukan apa yang diperlukan untuk kembali mematuhi kesepakatan nuklir tahun 2015.

Kepada konferensi Reuters Next, Jumat (3/12), Blinken bersumbar bahwa negaranya tidak akan membiarkan Iran menyeret keluar proses sambil terus memajukan programnya dan bahwa Washington akan mengejar opsi lain jika diplomasi gagal.

“Apa yang kami lihat dalam beberapa hari terakhir adalah bahwa Iran saat ini tampaknya tidak serius melakukan apa yang diperlukan untuk kembali patuh, itulah sebabnya kami mengakhiri putaran pembicaraan di Wina ini,” ujarnya.

“Kami akan berkonsultasi dengan sangat erat dan hati-hati dengan semua mitra kami dalam proses itu sendiri … dan kami akan melihat apakah Iran tertarik untuk terlibat secara serius,” lanjutnya.

Reuters melaporkan bahwa pembicaraan tidak langsung AS-Iran mengenai penyelamatan kesepakatan nuklir terhenti sampai minggu depan ketika para pejabat Eropa pada hari Jumat menyuarakan kekecewaan atas tuntutan pemerintahan baru Iran yang bergaris keras.

Perjanjian 2015 menetapkan pembatasan pada program nuklir Iran dengan imbalan pelonggaran beberapa sanksi internasional. Pada tahun 2018 Presiden Donald Trump menarik AS keluar dari kesepakatan itu dengan dalih terlalu lunak terhadap Teheran, dan menerapkan kembali sanksi ekonomi AS terhadap Teheran. Iran lantas membalasnya dengan mengabaikan banyak batasan untuk pengayaan uranium dan lain-lain.

“Jika jalan untuk kembali mematuhi perjanjian ternyata menemui jalan buntu, kami akan mengejar opsi lain,” kata Blinken, tapi dia menolak menjelaskan opsi yang dimaksud. (mm/reuters)

Baca juga:

Eropa Kecewa, Iran Tegaskan Usulannya dalam Perundingan Nuklir Memiliki Dasar Hukum

Perunding Iran Tolak Pengaitan Perundingan Nuklir dengan Urusan Alutsista  

DISKUSI: