Dua Orang Palestina lagi Gugur di Jenin akibat Serbuan Pasukan Zionis

0
110

Ramallah, LiputanIslam.com –  Kementerian Kesehatan Palestina, Kamis (14/4), mengumumkan bahwa dua pemuda gugur diterjang peluru pasukan Zionis Israel di provinsi Jenin, Tepi Barat.

Kementerian itu menyebutkan bahwa enam warga Palestina juga terluka, tiga di antaranya parah, terkena tembakan peluru tajam dalam peristiwa agresi pasukan pendudukan Zionis di kota Kafrdan, Jenin.

Sumber lokal melaporkan bahwa dua orang yang gugur itu adalah Shas Kammaji dari desa Kafr Dan, yang merupakan saudara dari tahanan Ayham Kammaji, salah satu tahanan dalam operasi Terowongan Gilboa tahun lalu, dan Mustafa Abu al-Rub dari desa Musliya.

Kementerian Kesehatan Palestina juga mengatakan bahwa pasukan Israel menembak mati tiga warga Palestina di Tepi Barat pada hari Rabu, termasuk seorang anak laki-laki dan seorang pengacara, ketika pasukan itu  mengintensifkan penyisiran daerah itu menyusul serangan mematikan oleh orang-orang Palestina di wilayah Israel (Palestina pendudukan 1948).

Kementerian itu menjelaskan bahwa pasukan Zionis membunuh seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun di dekat Betlehem. Militer Israel menyatakan bahwa bocah itu melemparkan bom molotov ke pasukan Israel, yang “menggunakan peluru tajam demi mencegah ancaman segera.”

Dalam insiden terpisah, kementerian itu menyatakan, “Telah gugur syahid pemuda Muhammad Hassan Muhammad Assaf, 34 tahun, setelah dia ditembak di bagian dada oleh tentara pendudukan Israel dalam agresi di kota Nablus pagi ini. ”

Kementerian itu menambahkan bahwa Assaf, yang merupakan penasihat hukum Komite Anti-Tembok dan Permukiman, gugur di jalan utama di Nablus dekat Makam Yusuf, di mana Israel pada Rabu lalu melanjutkan pekerjaan restorasi dan perbaikan apa yang mereka klaim sebagai makam Yahudi yang dirusak oleh orang-orang Palestina.

Kantor berita Palestina Wafa melaporkan bahwa pada dini hari Kamis pasukan Israel melancarkan gelombang operasi penangkapan dan mendatangi lebih dari 32 warga Palestina dari beberapa provinsi di Tepi Barat.

Sementara itu, Hussein Al-Sheikh, anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan komite pusat gerakan Fatah, mengatakan bahwa para pemimpin Palestina akan mengadakan pertemuan darurat untuk membahas kontinyuitas agresi, dan keputusan-keputusan penting akan diambil dalam pertemuan ini.

Dalam sebuah wawancara dengan radio Voice of Palestine, Kamis, Al-Sheikh menambahkan bahwa rezim pendudukan Israel telah memutuskan untuk meningkatkan laju pembunuhan di wilayah Negara Palestina dengan menginstruksikan tentaranya untuk membunuh tanpa batasan. Dia menegaskan bahwa apa yang terjadi adalah pembantaian nyata yang tidak boleh didiamkan. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Takut Gelombang Serangan Palestina, Warga Israel Berebut Izin Bawa Senjata Api

Komandan Pasukan Quds IRGC: Israel Terlalu Kecil untuk Menjadi Lawan Iran

DISKUSI: