Ditekan Saudi dan Sekutunya, George Kordahi Akhirnya Mundur dari Kabinet Lebanon

0
357

Beirut, LiputanIslam.com –  George Kordahi akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai menteri informasi Lebanon, Jumat (3/12), sembari mengaku keputusan ini diambil demi mengutamakan kepentingan nasional atas kepentingan pribadi, yaitu demi meredakan ketegangan hubungan negaranya dengan Arab Saudi dan negara-negara Arab Teluk Persia lain yang gusar akibat komentar Kordahi tentang perang Yaman dalam sebuah wawancara dengan Aljazeera beberapa bulan silam.

Dalam jumpa pers pada hari itu dia mengaku mundur menjelang kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Riyadh dengan harapan dapat membantu Macron mengurangi krisis hubungan Saudi dengan Lebanon.

“Cerita tentang saya sudah diketahui banyak orang sehingga saya kira di sini tak perlu saya mengulangi rincian dan perkembangan sejak wawancara heboh itu disiarkan, dan saya kira juga tak perlu saya mengingatkan lagi bahwa wawancara itu terjadi lebih dari sebelum saya diangkat sebagai menteri informasi, dan bahwa apa yang ada di dalamnya sama sekali tidak mengikat pemerintah,” papar Kordahi.

“Dalam pernyataan itu saya juga tak bermaksud mengusik siapapun, melainkan suatu ajakan tulus agar perang dihentikan demi kemaslahatan pihak-pihak yang berperang. Wawancara itu disiarkan tiga bulan setelahnya dan memicu kampanye liar dan tendensius di media Lebanon serta berbagai situs dan media sosial. Mereka mengesankan bahwa apa yang saya katakan itu seolah kejahatan terhadap Saudi, dan kampanye itu kemudian pindah ke Teluk dan medianya,” lanjutnya.

Dia menjelaskan faktor yang membuatnya memilih mundur setelah semula menolak tekanan untuk mundur.

Dia menuturkan, “Tapi hari ini saya berada di depan perkembangan baru di mana Presiden Prancis Emmanuel Macron pergi ke Saudi dalam sebuah kunjungan resmi, dan saya tahu dari kepala pemerintahan (Perdana Menteri Lebanon) Najib Mikati yang telah saya temui tiga hari lalu bahwa orang-orang Prancis menginginkan pengunduran diri saya sebelum kunjungan itu demi membantu membuka dialog dengan orang-orang Saudi dan demi masa depan hubungan.”

Najib Mekati dalam wawancara dengan kantor berita resmi Mesir, MENA, di hari yang sama menyatakan negaranya siap mengatasi kekeruhan dalam hubungan dengan negara-negara Arab Teluk. (mm/railayoum)

Baca juga:

Presiden Lebanon: Saya Dihujat Oleh Jurnalis Saudi dan Riyadh Tidak Menghukumnya

Sayid Nasrallah Tanggapi Terorisasi Hizbullah oleh Inggris, Hubungan Israel-Maroko dan Perkembangan Covid-19

DISKUSI: