Presiden Lebanon: Saya Dihujat Oleh Jurnalis Saudi dan Riyadh Tidak Menghukumnya

0
438

Beirut,LiputanIslam.com-Berbagai topik dibahas oleh Presiden Lebanon Michel Aoun dalam wawancara dengan Al-Jazeera, setelah ia selesai bertemu dengan Emir Qatar Tamim bin Hamad di Doha.

Dikabarkan, Aoun dalam wawancara tersebut mengomentari perbuatan Riyadh kepada Beirut terkait statemen Menteri Informasi Lebanon George Kordahi.
Pernyataan jurnalis Saudi, Salman al-Anshari disinggung oleh Aoun dan berkata,”Saudi tidak menghukum dan menindak seorang jurnalis yang menjelekkan serta menjatuhkan harga diri saya.”

Menurut Aoun, Kordahi tidak pernah dimintanya untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Menurut laporan Arabi21, sebelumnya al-Anshari pernah menyerang secara verbal kepada Presiden Lebanon dalam sebuah wawancara televisi. Status Aoun sebagai Presiden Lebanon tidak disebutkan dan al-Anshari menuduhnya “tunduk terhadap tuntutan Hizbullah dan Iran.”

Jurnalis Saudi ini juga merespons statemen Aoun baru-baru ini dan menghinanya. Al-Anshari berucap,”Jika kau tidak merasa perlu menindak rudal-rudal sekutumu, Hizbullah, (ditembakkan) atas Saudi dan statemen para menterimu yang menyudutkan Saudi, maka kau dan menantu (mantan Menlu Lebanon Gebran Bassil) korupmu bukan pasangan yang serasi, tapi pasangan yang buruk.”

Krisis diplomatik antara Lebanon dan sejumlah negara Arab di Teluk Persia, terutama Saudi, muncul setelah Kordahi dalam sebuah wawancara menyebut agresi ke Yaman sebagai perang sia-sia. Kordahi pun meminta agar agresi ke Yaman dihentikan.

Wawancara ini sendiri dilangsungkan sebelum Kordahi diangkat sebagai Menteri Informasi Lebanon.

Saudi bereaksi dengan memanggil Dubesnya dari Beirut. Dubes Lebanon pun diminta untuk meninggalkan Riyadh.

Langkah Riyadh ini ditiru oleh UEA, Kuwait, dan Bahrain. Mereka menyatakan, pemanggilan para Dubes mereka adalah bentuk solidaritas untuk Saudi. (af/fars)

DISKUSI: