Direktur Baru Mossad: Iran Berusaha Memiliki Senjata Nuklir dengan Kedok Perlindungan Internasional

0
249

Quds, LiputanIslam.com –  David Barnea yang baru dilantik sebagai direktur baru badan intelijen Israel Mossad menggantikan Yossi Cohen menyebut Iran berupaya memiliki senjata nuklir “di bawah perlindungan internasional”

Dalam kata sambutannya pada acara serah terima jabatan tersebut di markas Mossad yang juga dihadiri oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Selasa (1/6), Barnea mengatakan, “Tantangan keamanan yang kita hadapi sengatlah besar sebagaimana telah disinggung oleh perdana menteri, di mana Iran menempati posisi teratas dalam daftar.”

Dia menegaskan, “Harus dikatakan dengan suara keras dan jelas bahwa Iran sekarang bekerja untuk mewujudkan impian nuklirnya di bawah perlindungan internasional, di bawah perjanjian dan bahkan tanpa perjanjian. Melalui kedustaan dan penyembunyian, Iran melanjutkan gerak majunya yang kontinyu menuju proses pembuatan senjata destruksi massal.”

Dia menambahkan, “Fakta ini mengharuskan kesiapan kita untuk menciptakan cakrawal baru yang sesuai konteks berbagai urusan, baik di level internasional maupun regional ataupun teknologi. Kekuatan Mossad terletak pada personil yang mengabdi di dalamnya. Anda sekalian merupakan aset kemanusiaan kami karena merupakan orang-orang cerdas dan bernilai serta berfokus pada pelaksanaan misi.”

Netanyahu sendiri pada acara yang sama mengatakan bahwa ancaman eksistensial terbesar bagi Israel adalah “ambisi Iran” memiliki senjata nuklir, dan karena itu dia siap berhadapan dengan sikap AS dalam masalah ini.

Pernyataan-pernyataan tersebut dilontarkan manakala sejak April lalu berlangsung pembicaraan di Wina, Swiss, mengenai upaya menghidupkan kembali perjanjian nuklir Iran, Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).

Perjanjian ini ditentang keras oleh Israel karena, menurutnya, tidak akan mencegah upaya Iran memiliki senjata nuklir, meskipun pemerintah Iran berulangkali menegaskan pihaknya sama sekali tidak berambisi membuat bom nuklir dan bahkan menyebut senjata destruksi massal sebagai senjata haram dan menyalahi syariat Islam. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Netanyahu Berpotensi Dilengserkan, Ini Tanggapan Hamas

Gegara Kibarkan Bendera Palestina, Bocah Pegoes Ditabrak Mobil Polisi Israel

DISKUSI: