Dijumpai Paus Fransiskus, Ini Isu-Isu yang Dikemukakan Ulama Besar Irak Ayatullah Al-Sistani

0
94

Najaf, LiputanIslam.com –  Pemimpik Katolik Sedunia Paus Fransiskus mengadakan pertemuan dengan marji’ dan ulama paling berpengaruh di Irak  Ayatullah Sayid Ali Al-Sistani di kota Najaf, Sabtu (6/5).

Kantor Ayatullah Al-Sistani menyatakan bahwa keduanya terlibat pembicaraan mengenai berbagai ancaman besar yang dihadapi oleh umat manusia di era sekarang serta besarnya peranan keimanan kepada Tuhan dan risalah-Nya dan kepatuhan kepada nilai-nilai luhur moral dalam upaya untuk mengatasi semua ancaman tersebut.

Dalam pertemuan tertutup yang tidak memperkenankan kehadiran wartawan itu Ayatullah Al-Sistani antara lain berbicara mengenai apa yang diderita oleh banyak orang di berbagai penjuru dunia berupa kezaliman, pemaksaan, kemiskinan, penindasan keagamaan dan pemikiran, penistaan kebebasan asasi, dan ketiadaan keadilan sosial.

Dalam hal ini dia juga menyinggung penderitaan yang dialami oleh bangsa-bangsa di Timur Tengah, khususnya bangsa Palestina.

“Terutama apa yang diderita oleh banyak bangsa kawasan kami berupa peperangan, kekerasan, blokade ekonomi, aksi pengusiran, dan lain-lain, terlebih bangsa Palestina di tanah pendudukan,” ungkap Sayid Al-Sistani.

Ayatullah Al-Sistani lantas menekankan peranan yang seyogyanya dimainkan oleh para pemuka agama dalam upaya menekan tingkat  penderitaan itu.

Dia menyebutkan bahwa apa yang diharapkan dari para pemuka agama ialah mendesak pihak-pihak tertentu, terutama kekuatan-kekuatan adidaya, agar mengedepankan aspek logika dan kebijaksanaan, mencampakkan bahasa perang, dan tidak mengembangkan kepentingannya sendiri dengan cara melangkahi hak bangsa-bangsa lain untuk hidup secara bebas dan bermartabat.

Ayatullah Al-Sistani juga menekan peningkatan upaya untuk memperkokoh kerukunan hidup antarumat manusia berdasarkan pengindahan hak asasi manusia dan prinsip saling hormat antarumat agama dan antarpenganut aliran pemikiran.

Mengenai umat Kristen Irak, Ayatullah Al-Sistani mengaku sangat berharap mereka dapat hidup dengan penuh rasa tentram dan damai serta menikmati semua hak konstitusional mereka sebagaimana warga negara Irak lainnya.

Dia menyebutkan bahwa pihaknya selaku otoritas keagamaan di Irak telah menempuh berbagai upaya untuk  melindungi umat Kristen Irak serta umat lainnya dari kezaliman dan kekerasan sebagaimana pernah terjadi a beberapa tahun silam ketika kawanan teroris ISIS menguasai banyak wilayah Irak serta menebar berbagai aksi bengis dan brutal di Negeri 1001 Malam ini.

Ayatullah Al-Sistani berterima kasih atas kunjungan Paus Fransikus ke kota Najaf, dan mendoakan kebaikan untuk Paus, umat Katolik, dan seluruh umat manusia.

Kunjungan Paus Fransiskus ke tempat Ayatullah Al-Sistani merupakan peristiwa monumental dan bersejarah karena kunjungannya selaku pemimpin Katolik sedunia menjadi simbol juluran tangan persaudaraan umat Katolik kepada umat Islam Syiah setelah dua tahun lalu dia menandatangani dokumen “Persaudaraan Kemanusiaan” bersama Syeikh Ahmad Al-Toyyib, Imam Besar lembaga Al-Azhar yang merupakan salah satu lembaga terkemuka umat Islam Sunni/Ahlussunnah Waljamaah. (mm/alalam/un)

Baca juga:

Pertama Berkunjung ke Irak, Paus Fransiskus Serukan Penghentian Kekerasan

Iran Nyatakan Paus Fransiskus Dapat Berkunjung ke Irak Berkat Pengorbanan Jenderal Soleimani

 

 

DISKUSI: