Diancam Para Pejuang Palestina, Israel Bantah Rencana Penyembelihan Kurban di Al-Aqsa

0
163

Quds, LiputanIslam.com –  Presiden Israel Isaac Herzog menyatakan bahwa Israel mempertahankan status quo di Temple Mount (Masjid Al-Aqsa), dan menepis kebenaran laporan bahwa pemukim Zionis berniat melakukan ritual penyembelihan hewan kurban pada hari raya Paskah Yahudi di komplek Masjid Al-Aqsa.

Beberapa media Israel melaporkan bahwa Herzog menyatakan demikian dalam acara jamuan buka bersama yang diadakan Herzog di rumahnya dengan mengundang para duta besar beberapa negara, termasuk Turki, Mesir, Maroko, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain, Rabu malam (13/4).

“Dalam beberapa hari terakhir, beredar postingan berita hoax di media sosial mengenai Temple Mount dan tempat-tempat suci,” kata Herzog.

Dia menambahkan, “Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk menjelaskan bahwa pembicaraan itu berkenaan dengan kebohongan, dan bahwa Israel mempertahankan status quo di Temple Mount.”

Herzog mengaku sebelumnya telah mengklarifikasi masalah ini dalam pertemuannya dengan Raja Abdullah II bin Al Hussein dari Yordania, yang dia temui di Amman pada 30 Maret, serta para pemimpin lainnya.

Status quo Temple Mount merujuk pada keadaan dan status Masjid Al-Aqsa dalam periode pemerintahan Kekaisaran Ottoman, yang kemudian berlanjut pada era Mandat Inggris atas Palestina (1917-1948) dan kemudian pemerintahan Yordania (1948-1967).

Sejak tahun 2003, Israel secara sepihak mengizinkan pemukim Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa, tapi tidak memperkenan mereka membuat persembahan Paskah di dalam halaman Masjid Al-Aqsa.

Kelompok-kelompok pemukim Zionis belakangan ini melalui platform media sosial menebar kegaduhan dengan mengungkap niat mereka untuk menyembelih kurban Paskah (yang dimulai Jumat depan dan berlangsung seminggu) di halaman Masjid Al-Aqsa. Mereka mengajak para pengikut mereka untuk mencoba melakukannya.

Hal itu tak pelak mengundang kecaman dan penolakan dari orang-orang Palestina. Sebuah sumber dari kubu resistensi Palestina menegaskan bahwa rencana para Zionis untuk menyembelih kurban di Masjid Al-Aqsha merupakan pelanggaran terhadap garis merah, aksi bermain api dan provokasi terhadap bangsa-bangsa Arab dan kaum Muslimin sehingga akan menjadi “hari-hari kelabu” bagi rezim pendudukan dan para pemukim Zionis. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Dua Orang Palestina lagi Gugur di Jenin akibat Serbuan Pasukan Zionis

Komandan Pasukan Quds IRGC: Israel Terlalu Kecil untuk Menjadi Lawan Iran

DISKUSI: