Dewan Ulama Senior Al-Azhar Bahas Ke-Araban Palestina Sepanjang Sejarah

0
196

Kairo, LiputanIslam.com –  Dewan Ulama Senior Al-Azhar, Kairo, Mesir, Rabu (2/6), menyelenggarakan sebuah forum kebudayaan bertema “Ke-Araban Palestina dan Obyek-Obyek Sucinya Sepanjang Sejarah”.

Para peserta forum itu berbicara mengenai hak historis dan kultural Masjid Al-Aqsa dan kota Quds (Baitul Maqdis/Yerussalem) serta ke-Araban Palestina dan obyek-obyek yang disucikan oleh umat Islam di sana sepanjang sejarah.

Dr Al-Hussaini Hamad, dosen sejarah modern Univeristas Assiut,  salah satu pembicara, menekankan “ke-Arab Quds dalam kemunculan dan kejadiannya”.

“Rencana-rencana Yahudi terbangun di atas perampasan tanah suci dan Judaisasi Quds melalui perombakan demografis Quds, terorisme dan pengusiran terhadap penduduknya, dan pembanguan permukiman-permukiman Yahudi di sana,” ungkapnya, seperti dikutip RT, Rabu (2/6).

Dia menyebutkan bahwa sikap Al-Azhar adalah sikap Mesir karena Palestina merupakan urusan bangsa Arab.

“Al-Azhar memobilisasi Dunia Islam demi menangani dan membela urusan itu dengan segala cara, dan ini konsisten sepanjang sejarah, dan tak berubah di semua peperangan dan revolusi yang terjadi di tanah-tanah Palestina, mulai Revolusi Buraq 1926 sampai sekarang, karena ini merupakan urusan Arab dan Muslimin,” terangnya.

Laporan lain menyebutkan Kementerian Ketenagakerjaan Umum dan Permukiman di Gaza mengumumkan bahwa sebanyak 35 alat berat dan kendaraan Mesir akan tiba hari ini, Kamis (3/6), untuk membantu proses pembersihan reruntuhan bangunan-bangunan yang hancur akibat serangan Israel dalam peristiwa perang Gaza-Israel pada 10-11 Mei 2021.

Sementara itu, Mufti Besar Kerajaan Oman Syekh Ahmad bin Hamad Al-Khalili, Rabu, menyampaikan surat terbuka kepada faksi-faksi Palestina via Twitter berisikan ucapan selamat atas “kemenangan terbaru” mereka.

“Kemenangan terbaru dan nyata dalam konfrontasi kubu resistensi Islam melawan musuh, rezim pendudukan, ini berpengaruh besar pada rezim ini dan para sekutunya yang hatinya berpenyakit,” ungkap Al-Khalili.

Dia menambahkan, “Karena itu mereka semua berusaha menjatuhkan kemenangan ini dengan menebar perpecahan, perselisihan dan polarisasi di barisan resistensi dan orang-orang yang mendukungnya di antara mukminin.” (mm/rt)

Baca juga:

[Video] Berdebat dengan Pakar Geopolitik Dina Y Sulaeman, Rabi Yahudi Ini Walkout dari Seminar

Sinwar Bicara Soal Angka Misterius “1111”, Apa Artinya?

DISKUSI: