[Video] Berdebat dengan Pakar Geopolitik Dina Y Sulaeman, Rabi Yahudi Ini Walkout dari Seminar

0
983

Jakarta, LiputanIslam.com –   Sebuah seminar dengan tema “Reconciliation between Muslims and Jews” diselenggarakan tanggal 30 Mei 2021 oleh The Yeshiva Institute. Dalam seminar tersebut hadir sebagai pembicara: Rabi Yahudi Israel Levanen, Pakar Geopolitik Dr. Dina Sulaeman, dan Filolog Menachem Ali.

Perdebatan bermula ketika pakar geoplitik dan Timur Timur Tengah Dr. Dina Sulaeman menyampaikan presentasinya dengan judul Status Kota Yerussalem menurut Hukum Internasional.

Dalam slide presentasi berbahasa Inggris, Dr. Dina Sulaeman mengutip tulisan sejarawan Yahudi Illan Pappe yang mengatakan bahwa tahun 1856-1900, ada setengah juta orang tinggal di tanah Palestina. Sebagian besar beragama Islam, 60 ribu Kristen, dan hanya 20.000 orang Yahudi. Bahasa yang dipakai adalah Arab.

Di tahun-tahun tersebut, Palestina adalah kawasan yang ramai dengan kegiatan ekonomi. Palestina  menjadi kawasan perlaluan hubungan dagang antara Eropa dengan Lebanon, Suriah dan Mesir. Palestina saat itu sudah menjelma menjadi kawasan kosmopolitan.

Dina lalu  menjelaskan terjadinya pengusiran besar-besaran warga Palestina dari Tanah Air Mereka. Dina juga menjelaskan berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB terkait dengan status Palestina, status Israel, serta berbagai konvensi internasional yang terkait dengan konflik di kawasan itu.

Dina lalu  menjelaskan terjadinya pengusiran besar-besaran warga Palestina dari Tanah Air Mereka. Dina juga menjelaskan berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB terkait dengan status Palestina, status Israel, serta berbagai konvensi internasional yang terkait dengan konflik di kawasan itu.

Berdasarkan lintasan sejarah dan bukti-bukti dokumen PBB itulah Dr Dina Sulaeman menyatakan bahwa Palestina adalah kawasan yang dijajah oleh Israel. Dan dengan alasan itulah maka pemerintah Indonesia secara tegas memberikan dukungan sepenuhnya kepada Palestina agar meraih kemerdekaannya.

Menanggapi pemaparan Dr Dina Sulaeman, Rabi Yahudi Israel  Levanen menyampaikan protes  dan menyatakan bahwa Israel tidak pernah memulai perang. Israel menyerang karena marah melihat keluarga Israel yang tak berdosa menjadi korban pembunuhan.

Rabi Israel Levanen juga mengatakan bahwa sebagian besar data yang disampaikan Dr Dina itu korup dan bohong.

“Saya ingin bicara tentang slide yang dipresentasikan. Saya mengapresiasinya, tentu saja. Tapi, hampir semua slide tersebut bersifat korup dan tidak menunjukkan kebenaran, khususnya yang dipresentasikan oleh Bu Dina. Itu hanya mempresentasikan pandangan sepihak Muslim,” katanya.

“Saya bisa menyampaikan pandangan dari pihak Yahudi. Saya bisa menyampaikan fakta yang sebenarnya. Saya bisa mengomentari semua  slide tersebut. Tolong, sampaikan kebenarannya,” lanjutnya.

Dr Dina Sulaeman lantas mengatakan, “Saya ingin menanggapi pernyataan Mr Israel, karena ia mengatakan bahwa saya tidak menyampaikan fakta kebenaran.  Sumber pemaparan saya adalah buku Ilan Pappe, seorang sejarawan Yahudi. Yang saya kutip juga resolusi-resilusi Dewan Keamanan PBB. Ini adalah PBB, dan semua negara harusnya menghormat semua resolusi PBB. Saya juga mengutip statistik dari-samber-sumber yang valid. Jadi apa yang saya tulis di presentasi saya adalah data-data yang valid.”

Tak lama kemudian, tiba-tiba saja Rabi Yahudi meninggalkan seminar tanpa pamit alias melakukan walk out.
Moderator seminar pun di akhir acara mengkonfirmasi bahwa Rabi Israel memang telah meninggalkan seminar. (mm/li)

DISKUSI: