Dewan Garda Konstitusi Iran Larang Kegiatan Pemeriksaan PBB ke Situs Nuklir Iran

0
144

Teheran, LiputanIslam.com –   Dewan Garda Konstitusi Iran, Rabu (2/12/2020),  menetapkan keputusan yang mengharuskan pemerintah menghentikan kegiatan PBB memeriksa situs-situs nuklir negara ini. Selain itu, dewan itu juga mengharuskan pemerintah memperkaya uranium  lebih tinggi dari batas yang ditetapkan dalam perjanjian nuklir tahun 2015 apabila sanksi terhadap Iran tidak diringankan dalam jangka waktu dua bulan ke depan.

Sebagai reaksi atas kasus pembunuhan ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh parlemen Iran Selasa lalu menetapkan undang-undang (UU) yang meminta pemerintah menangguhkan kegiatan pemeriksaan atas instalasi-instalasi nuklir Iran jika sanksi tidak dicabut, dan mengabaikan berbagai ketentuan lain yang telah disepakati oleh Iran dan berbagai negara terkemuka dunia.

Dewan Garda Konstitusi adalah lembaga yang bertanggungjawab menjamin tidak adanya pertentangan undang-undang dengan syariat Islam atau konsitusi Iran. Namun belum jelas bagaimana sikap Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei yang akan menjadi penentu dalam semua urusan pemerintah, sedangkan ketua parlemen secara resmi meminta supaya UU baru itu diterapkan.

Sesuai UU itu, Teheran memberi tenggat waktu dua bulan kepada Eropa untuk meringankan sanksi terhadap sektor-sektor minyak dan keuangan Iran, yang diterapkan setelah Amerika Serikat (AS) keluar dari perjanjian nuklir Iran dengan sejumlah terkemuka dunia.

UU itu akan membuat presiden terpilih AS Joe Biden yang akan dilantik pada tanggal 20 Januari sulit mengembalikan negaranya kepada perjanjian nuklir Iran, padahal dia sudah mengatakan bahwa AS akan kembali kepada perjanjian itu jika Iran kembali mematuhinya.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengritik langkah parlemen tersebut dan menilainya “merugikan upaya diplomatik” yang ditujukan untuk meringankan sanksi AS.

UU baru itu menetapkan bahwa Iran harus melanjutkan pengayaan uranium hingga kemurnian 20 persen dengan pemasangan sentrifugal canggih di fasilitas nuklir Natanz dan Fordo.

Perjanjian tersebut menetapkan batas 3,67 untuk tingkat kemurnian uranium yang dapat dicapai Iran, yang jauh di bawah 20 persen yang dicapai sebelumnya dan di bawah tingkat industri senjata yaitu 90 persen. Iran melampaui 3,67 persen pada Juli 2019 dan sejak itu tingkat pengayaan bertahan stabil di 4,5 persen.

Negara-negara Eropa yang menandatangani perjanjian tersebut, yaitu Inggris, Prancis dan Jerman, mendesak Iran agar sepenuhnya menghormati komitmen mereka kepada perjanjian itu. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Soal Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran, Zarif Nyatakan Ada Konspirasi Segitiga AS, Israel dan Saudi

Waspadai Balasan Iran, Israel Tempatkan Iron Dome di Haifa

DISKUSI: