Demi Enyahkan AS dari Afghanistan, Delegasi Taliban Berkunjung ke Iran

0
109

Teheran, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menerima kunjungan delegasi Taliban, gerakan militan dari Afghanistan, Ahad (31/1).

Dalam pertemuan dengan delegasi itu dia menyatakan menyambut baik ide pembentukan pemerintahan Afghanistan yang melibatkan semua elemen dan partai politik, termasuk Taliban.

“Keputusan-keputusan politik tak boleh diambil dalam kevakuman, dan pembentukan pemerintahan Afghanitan yang mencakup semua pihak harus diaktifkan dalam kerangka partisipasi yang mempertimbangkan seluruh elemen, lembaga, dan undang-undang dasar sebagai konstitusi Afghanistan,” ujarnya.

Dikutip Al-Alam, Zarif menekankan kesiapan Teheran memfasilitasi dialog antara Taliban dan pemerintah Afghanistan sembari mengharapkan adanya pengerahan segenap upaya untuk menyudahi penderitaan rakyat Afghanistan secepatnya dan mewujudkan perdamaian demi menggulung semua alasan dan dalih yang selama ini digunakan oleh pihak asing AS dan sekutunya dalam menduduki Afghanistan.

Di pihak lain, ketua delegasi Taliban Mulla Abdul Ghani Baradar mengaku optimis bahwa proses perundingan Afghanistan dapat berlangsung lancar dan cepat. Dia menekankan urgensi partisipasi semua golongan dan elemen politik Afghanistan dalam pemerintahan yang inklusif.

Dia juga menyinggung organisasi teroris Negara Islam Irak dan Suriah (IS/ISIS/ISIL) sebagai kelompok yang telah menebar kerusakan dan kehancuran di kawasan, termasuk Afghanistan.

Iran yang mayoritas penduduknya bermazhab Syiah semula dimusuhi oleh Taliban yang dikenal sebagai kelompok konservatif dan garis keras Sunni.  Permusuhan itu berlangsung selama sekian dekade, tapi dalam beberapa tahun terakhir ini terjadi rekonsiliasi antara keduanya bersamaan dengan dimulainya perundingan Taliban dengan Amerika Serikat (AS) mengenai penarikan keluar pasukan AS dari Afghanistan.

Washington bahkan kerap menuding Iran diam-diam memberikan bantuan kepada Taliban dalam memerangi pasukan AS.

Juru bicara Taliban Mohammad Naeem di halaman Twitter-nya menyatakan bahwa pertemuan-pertemuan yang dilakukan belakangan ini berlangsung dalam “suasana baik” dan “mendiskusikan situasi Afghanistan, negosiasi antar-Afghan, penerapan sepenuhnya Perjanjian Doha, serta kebutuhan Afghanistan dan kawasan kepada perdamaian.”

Beberapa hari lalu Taliban menuding, AS menghancurkan rumah dan membunuh warga sipil Afghanistan.

“Kubu sebelah (AS) yang sudah melanggar perjanjian. Bahkan, hampir setiap hari ada saja pelanggaran,” ungkap Naeem.

Dia juga mengatakan, “Mereka membom desa, rumah, membunuh warga sipil. Ini bukan semata pelanggaran perjanjian, melainkan juga pelanggaran HAM.” (mm/alalam/raialyoum)

Baca juga:

Memulai Latihan Perang “Baitul Maqdis”, IRGC Tegaskan Iran Tak Butuh Perjanjian  Nuklir

Diminta AS Kembali ke Perjanjian Nuklir, Iran Nyatakan Tak Pernah Keluar darinya

DISKUSI: