Cemaskan Kapal Perang Iran di Atlantik, Pentagon Beri Peringatan terhadap Teheran

0
403

Washington, LiputanIslam.com –  Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengaku resah atas keberadaan dua kapal perang Iran di Samudera Atlantik.

Meski tak jelas bagi AS ke mana kedua kapal itu menuju, Austin khawatir terhadap kemungkinan kapal-kapal mengangkut senjata untuk Venezuela, yang juga bermusuhan dengan AS dan dikenai sanksi oleh Washington.

“Preseden mengizinkan Iran untuk menyediakan senjata ke kawasan itu membuat saya sangat prihatin… Saya benar-benar prihatin dengan proliferasi senjata, jenis senjata apa pun, di lingkungan kita,” kata Austin dalam  sidang dengar pendapat Komite Angkatan Bersenjata Senat, Kamis (10/6).

Austin menyarankan pengadaan sesi tertutup dengan para senator agar dia dapat memberikan rincian lebih lanjut tentang kapal Iran, termasuk senjata apa yang kemungkinan termuat di dalamnya.

Austin memberikan kesaksian demikian ketika di hari yang sama Iran secara terbuka mengumumkan bahwa kapal perusak Sahand dan kapal intelijen Makran milik AL Iran telah mencapai Samudera Atlantik.

Pelayaran tersebut menandai salah satu perjalanan ambisius oleh militer Iran, yang pernah mencoba namun gagal di masa lalu untuk mengirim kapal melintasi samudera.

Jubir Pentagon Jonathan Hoffman menyatakan bahwa pengiriman dua kapal perang bermuatan senjata ke Samudera Atlantik merupakan “tindakan provokatif”.

Dia menyebut tindakan itu menjadi “ancaman bagi para mitra kami di kawasan Amerika Tengah dan Latin, dan kerena itu “Washington mempertahankan haknya untuk mengambil tindakan yang diperlukan dan relevan, dan berkoordinasi dengan para sekutu, untuk mencegah penyerahan atau pengiriman senjata apapun di kawasan Atlantik”.

Hoffman menjelaskan bahwa Pentagon mengetahui bahwa sudah lama Venezuela membeli senjata Iran, terutama pada tahun lalu.

Dia lantas mengaku prihatin karena “pemerintahan Joe Biden mewarisi banyak problema dengan dengan Iran dari pemerintahan sebelumnya, termasuk masalah penjualan senjata ke Caracas dan pengembangan proyek nuklir Iran”.

“Mengatasi problematika ini memerlukan keberfokusan pada berbagai media, termasuk jalur diplomatik,” ungkapnya.

Di pihak lain, Asisten Komandan Umum Angkatan Bersenjata Iran Urusan Koordinasi, Laksamana Habibollah Sayyari, saat mengumumkan tibanya kapal itu di Samudera Atlantik, menegaskan bahwa keberadaan AL Iran di perairan internasional adalah “hak alamiah yang tak boleh dicampuri oleh negara manapun”.(mm/thehill/raialyoum)

Berita terkait:

[Video]: Pertama Kali, Tentara Iran Unjuk Gigi di Samudera Atlantik

Teheran Kutuk Tindakan AS Membuntuti Dua Kapal AL Iran

DISKUSI: