Buntut Serangan Terhadap Relawan, Pemerintah Irak Ancam Revisi Hubungan dengan AS

0
111

Baghdad, LiputanIslam.com –  Pemerintah Irak mengecam keras serangan udara AS terhadap pangkalan-pangkalan kelompok pejuang Brigade Hizbullah Irak di perbatasan Irak-Suriah yang menewaskan sedikitnya 25 orang (sebelumnya dilaporkan 15 orang) pada Ahad malam lalu.

Pemerintah Irak menegaskan bahwa serangan ini mendorong Baghdad untuk mempertimbangkan kembali hubungannya dengan Washington.

Hal ini dinyatakan dalam statemen dewan kabinet keamanan keamanan nasional Irak yang menggelar rapat darurat menyusul peristiwa serangan terhadap kelompok pejuang yang bersekutu dengan Iran tersebut. Mereka mengadakan rapat untuk mempelajari dampak buruk serangan ini.

“Pasukan AS mengandalkan kesimpulan-kesimpulan dan prioritas politiknya sendiri, bukan prioritas yang dilihat oleh pemerintah dan rakyat Irak… Melindungi Irak beserta semua kamp dan pasukan yang ada di dalamnya, begitu pula perwakilan negara asing, adalah tanggungjawab pasukan keamanan Irak semata,” bunyi statamen yang dirilis Senin (30/12/2019).

Baca: AS Gempur Sekutu Iran di Irak, 15 Pejuang Gugur

Sebelumnya, Washington menyatakan bahwa serangan itu dilancarkan demi menghentikan serangan roket yang sudah 11 kali terjadi dalam dua bulan terakhir dengan sasaran pasukan dan para diplomatnya.

Statemen dewan kabinet Irak menambahkan, “Serangan berlumur dosa yang bertentangan dengan tujuan dan prinsip pembentukan aliansi internasional ini mendorong Irak untuk merevisi hubungan, dan membuatnya menempuh tindakan keamanan, politik, dan hukum yang sekiranya menjaga kedaulatan negara dan keamanannya, melindungi jiwa anak-anak bangsanya, dan memperkuat kepentingan bersama.”

Baca: Mendapat Serangan Mematikan, Hizbullah Irak Serukan Pengusiran Pasukan AS

Serangan itu juga membangkitkan gelombang protes dari berbagai kalangan di Negeri 1001 Malam tersebut. (mm/raialyoum)

DISKUSI: