Mendapat Serangan Mematikan, Hizbullah Irak Serukan Pengusiran Pasukan AS

0
231

Baghdad, LiputanIslam.com –  Kelompok pasukan relawan Brigade Hizbullah Irak bereaksi keras atas serangan pasukan AS, dan menyerukan pengusiran pasukan Negeri Paman Sam ini, Ahad (29/12/2019).

Brigade Hizbullah yang merupakan salah satu elemen utama pasukan  relawan besar Irak al-Hashd al-Shaabi dalam sebuah statemennya menyatakan, “Gagak-gagak keji AS telah melancarkan agresi secara terbuka terhadap anak-anak kita yang mempertahankan perbatasan barat.”

Brigade Hizbullah Irak menambahkan, “Menyusul kejahatan yang mengerikan ini, komando Brigade Hizbullah menyerukan kepada pasukan militer, pasukan keamanan, serta basis-basis kerakyatan dan nasionalis kesiapan membuka lembaran baru dalam lembaran-lembaran kebanggaan dan kehormatan untuk mengusir musuh nan bengis, AS, dari negeri kita yang suci.”

Kelompok ini lantas menegaskan kesiapannya”mengguncang pangkapan-pangkalan pasukan pendudukan AS dan menghancurkan kepala mereka yang busuk”, dan “kami sedang menunggu instruksi” untuk melakukan aksi demikian.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasukan AS di hari yang sama telah melancarkan serangkaian serangan ke pangkalan sebuah kelompok pasukan relawan Brigade Hizballah Irak di perbatasan Irak-Suriah hingga menewaskan 15 orang, termasuk Abu Ali Khazali, komandan resimen pertama di Brigade 45.

Baca: AS Gempur Sekutu Iran di Irak, 15 Pejuang Gugur

Tak lama setelah serangan ini Kedutaan Besar AS di Baghdad mengevakuasi puluhan pegawai sipilnya, sementara pasukan militernya menerapkan status siaga tinggi, karena ada kekhawatiran  akan mendapat serangan balasan dari faksi-faksi pejuang Irak terhadap pusat-pusat kehadiran dan kepentingan AS di Irak.

Sumber keamanan Irak melaporkan bahwa empat roket bahkan telah menerjang pangkalan yang menampung pasukan AS di dekat, Baghdad.

Militer AS menyatakan pihaknya melancarkan serangan drone ke pangkalan milisi Hizbullah Irak di perbatasan Irak-Suriah sebagai balasan atas serangan roket yang menerjang pangkalan militer Irak di Kirkuk yang menewaskan satu orang AS pada dua hari sebelumnya.

Baca: Markas Militer di Irak Diserang Roket, Satu Orang AS Tewas

Perdana Menteri Irak yang berada dalam proses pengunduran diri, Adel Abdul-Mahdi, memimpin pertemuan darurat Dewan Keamanan Nasional Irak.

Abdul-Karim Khalaf, juru bicara Panglima Angkatan Bersenjata, menyebutkan bahwa Abdul-Mahdi mengatakan, “Kami sebelumnya telah mengkonfirmasi penolakan kami atas tindakan sepihak oleh pasukan koalisi atau pasukan lain di Irak, dan kami menganggapnya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Irak dan eskalasi berbahaya yang mengancam keamanan Ira dan kawasan.” (mm/raialyoum)

DISKUSI: