Berupaya Sulut Perang Saudara di Lebanon, Syeikh Wahabi ini Dikenai Hukuman Penjara 20 Tahun

0
259

Beirut, LiputanIslam.com –  Tokoh ekstremis Wahhabi Syeikh Ahmed Al-Assir dijatuhi vonis berat berupa hukuman penjara 20 tahun atas segala sepak terjangnya yang dinilai bertujuan menyeret Lebanon kepada perang saudara demi memuluskan ambisi rezim-rezim Arab dan Barat di negara ini.

Tak lama setelah krisis Suriah bermula pada tahun 2011, di Sidon, Lebanon, muncul sosok fenomenal bergaun rohaniwan beraliran Salafi/Wahhabi bernama Ahmed Al-Assir dengan pidato-pidato panas, provokatif dan bernuansa sektarian mazhab.

Pria ini sehari-harinya tampil sebagai imam sebuah masjid Salafi Bilal bin Rabah, namun belakangan dikenal sebagai sosok ambisius dan pemuja ketenaran hingga kemudian diburu aparat akibat berbagai ulah provokatifnya.

Pada tahun 2015 dia melakukan penyamaran dan berusaha kabur ke luar negeri melalui Bandara Rafic Hariri di Beirut, tapi berhasil dideteksi dan ditangkap oleh petugas keamanan Lebanon.

Pada tahun 2017 pria yang juga getol menentang perlawanan Hizbullah terhadap Israel ini dijatuhi hukuman mati, namun para pengacaranya mengajukan banding.

Surat kabar Lebanon Al-Akhbar melaporkan bahwa Selasa lalu (31/8) pengadilan militer Lebanon akhirnya menjatuhkan pada Al-Assir vonis hukuman penjara 20 tahun serta denda sebesar 51 juta Pound Lebanon (sekitar Rp 481 juta) dan sanksi sosial berupa pengosilasian dari hak-hak sipil.

Putusan hukum itu dikeluarkan karena dia terbukti terlibat dalam aksi penggerakan pelatihan kelompok-kelompok bersenjata, perakitan bom dan lain-lain, yang antara lain menyebabkan terjadinya gejolak dan kerusuhan di Sidon yang menyebabkan tewasnya beberapa tentara Libanon.(mm/alakhbar)

Baca juga:

Tegang, Kapal Tanker Iran Dekati Pantai Libanon, Iran dan Hizbullah Siapkan Skenario Buruk

Jajak Pendapat: Mayoritas Warga Lebanon Dukung Impor BBM Iran

DISKUSI: