Bentrokan dengan Pasukan Zionis di Tepi Barat, Satu Pemuda Palestina Gugur

0
212

Ramallah, LiputanIslam.com –  Satu pemuda Palestina gugur dan 10 lainnya menderita luka terkena tembakan pasukan Zionis Israel dalam bentrokan di beberapa kawasan di utara wilayah pendudukan Tepi Barat saat massa Palestina melancarkan aksi protes anti permukiman Zionis.

Kementrian Kesehatan Palestina dalam sebuah pernyataannya, Jumat (10/12), mengabarkan bahwa satu pemuda Palestina gugur akibat luka tembak di bagian kepala di distrik Beita di selatan kota Nablus, Tepi Barat.

Pemuda itu diketahui bernama Jamil Abu Ayyash, 31 tahun, dan sempat dilarikan ke rumah sakit Rafidiya di Nablus.

Ahmad Jibril, pejabat ambulan dan layanan darurat Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan kepada Anadolu bahwa regu penyelamat dari lembaga ini telah menangani empat korban luka tembak peluru karet, 52 korban tembakan gas air mata dan 11 korban yang terjatuh dalam bentrokan di kawasan Jabal Subaih di distrik Beita.

Dia menambahkan pasukan Zionis memblokir kawasan sekitar Jabal Subaih hingga menghalangi upaya regu penyelamat Bulan Sabit Merah, yang hanya dapat menangani korban luka dari jarak terdekat dari ambulan sejauh 1 kilometer.

Distrik Beita kerap dilanda unjuk rasa harian yang dilakukan oleh massa Palestina sejak beberapa bulan lalu untuk menandai penolakan mereka terhadap kekuasaan Israel atas tanah-tanah Palestina di Jabal Subaih.

Sementara itu, koordinator Komite Perlawanan Rakyat di Kafr Qaddum, Murad Eshtawi, dalam siaran persnya menyatakan bahwa konfrontasi dan kekerasan meletus antara pasukan Zionis dan para pemuda Palestina di desa Kafr Qaddoum, timur Qalqilya, dalam aksi pawai mingguan mengutuk permukiman Zionis.

Eshtawi menambahkan bahwa para pemuda itu menghadang pasukan Zionis dengan batu, sementara tentara membalas dengan berondongan peluru karet dan tembakan gas air mata, yang menyebabkan enam warga Palestina terkena tembakan peluru karet dan puluhan lainnya menderita sesak nafas.

Data dari gerakan hak asasi manusia Israel Peace Now menunjukkan bahwa di Tepi Barat, termasuk Quds (Yerussalem) Timur, terdapat sekira 666.000 pemukim Israel, 145 permukiman besar dan 140 kantung permukiman acak (tanpa izin dari pemerintah Israel). (mm/raialyoum)

Baca juga:

Israel Pamerkan “Tembok Besi” Canggih, Sanggupkah Para Pejuang Gaza Mengatasinya?

Israel Serang Pelabuhan Latakia di Suriah, Mengapa Rusia Bergeming?

DISKUSI: