Begini Cara Israel Menutupi Kegagalannya Menangkis Rudal dari Suriah

0
477

Damaskus, LiputanIslam.com –   Rezim Zionis Israel berupaya menutupi kegagalannya mencegat rudal yang dikabarkan melesat dari Suriah dan jatuh di dekat komplek reaktor nuklir Dimona, Negev, Israel, Kamis (22/4).

Upaya itu dilakukan dengan cara membesar-besarkan berita serangannya ke kawasan sekitar Damaskus, ibu kota Suriah, dengan sasaran baterai sistem pertahanan udara Suriah.

Reporter Al-Alam dari Damaskus melaporkan bahwa upaya itu dilakukan Israel untuk mengesankan di depan publiknya bahwa dalam peristiwa ini Israel tetap berada di atas angin, dan sekaligus untuk memengaruhi perundingan nuklir Iran di Wina, Swiss.

Sementara itu, pakar Arab urusan Israel, Hassan Hijazi, menyatakan bahwa insiden Demona membuktikan adanya celah dalam performa militer Israel ketika menghadapi peristiwa demikian.

“Kaum Zionis sejak mengumumkan (secara implisit) tanggungjawab Israel atas insiden (sobatase fasilitas nuklir Iran) Natanz sudah memperkirakan bahwa balasan akan datang dari pihak Iran. Ada pengerahan kekuatan di Israel menyusul ancaman pembalasan Iran atas insiden Natanz,  ” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa reaktor Dimona adalah fasilitas untuk untuk pembuatan bahan radioaktif yang digunakan dalam produksi bom nuklir, dan ada proses pemindahan reaktor itu ke tempat lain karena masa pakainya sudah habis dan terdapat keretakan di sana.

Dia menambahkan bahwa sejak ada ancaman dari Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah, Israel melakukan berbagai upaya untuk membentengi reaktor itu dari serangan yang mungkin  akan dilancarkan Hizbullah, yaitu serangan yang jika sampai terjadi maka akan berimplikasi fatal bagi eksistensi Rezim Zionis.

Hijazi menilai narasi Israel bahwa rudal yang jatuh dekat reaktor Dimona itu terjadi karena kesalahan hanyalah akal-akalan Israel untuk mengecilkan krusialitas insiden tersebut.

“Insiden Dimona sekarang menimbulkan banyak kebingungan pada rezim pendudukan (Israel),” imbuhnya.

Pengamat ini memastikan bahwa insiden Dimona telah menciptakan perimbangan baru di mana Israel tak dapat lagi seenaknya melanggar zona udara Suriah, dan bahwa segala yang diupayakan Israel selama ini sia-sia belaka.

“Warga pemukim (Israel) dilanda frustasi, insiden Dimona membuktikan ketidak berdayaaan sistem pertahanan Israel melindungi rezim pendudukan dan warganya, dan memaksa otoritas pendudukan untuk membuat perhitungan ulang,” pungkasnya. (mm/alalam)

Baca juga:

[Video] Rudal Guncang Kawasan Dekat Reaktor Nuklir, Warga Israel Berhamburan Panik

[Video] Pabrik Rudal Israel Meledak, Picu Spekulasi Balasan Iran

DISKUSI: