Barang Yang Disita oleh AS Diakui Iran sebagai Minyaknya, Namun Ada Tapinya

0
237

Teheran, LiputanIslam.com –  Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh membenarkan bahwa empat kapal tanker yang muatannya disita oleh Amerika Serikat (AS) pada bulan lalu saat dalam perjalanan menuju Venezuela memuat bensin dari Iran.

Namun, dalam konferensi pers saat menanggapi pertanyaan tentang ekspor bahan bakar Iran ke Venezuela, Senin (17/8/2020),  Zanganeh menjelaskan bahwa muatan yang disita itu adalah bensin Iran yang sudah selesai dijual sebelum ditahan AS.

“Bisnis ini adalah bisnis komersial, dan tidak boleh diubah menjadi konflik politik… Kargo yang disita Amerika, memang benar diangkut dari pelabuhan Iran, tapi bukan di kapal Iran, dan bendera yang dikibarkannyapun bukan bendera Iran,” ungkapnya.

Dia menambahkan, “Muatan itu sudah dijual secara FOB, tapi AS sekarang ingin mendeklarasikan kemenangan.”

FOB adalah singkatan dari Free On Board, yang mengacu pada metode jual beli di mana biaya angkut barang mulai dari gudang penjual hingga pembeli menjadi tanggung jawab pembeli, dan kepemilikan barangpun menjadi hak pembeli sejak dari tempat penjual.

Departemen Kehakiman AS Jumat lalu mengumumkan bahwa negara ini telah menyita pengiriman bahan bakar Iran dalam perjalanan menuju Venezuela, dan menyebutnya sebagai penyitaan terbesar selama ini atas bahan bakar Iran, yaitu sebesar 1,1 juta barel.

Menanggapi klaim ini, Presiden Iran Hassan Rouhani Sabtu lalu mengatakan, “Kapal-kapal yang disita AS dan diklaim sebagai kapal Iran bukanlah kapal Iran dan tidak pula membawa bendera Iran.”

Dia menambahkan bahwa pemerintah AS sengaja berbohong untuk menutupi rasa malunya di Dewan Keamanan PBB setelah draf resolusinya untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran ditolak. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Menlu Iran Bantah Kabar AS Cegat Kapal Iran

Susah Payah Ingin Perpanjang Embargo Iran, AS Cuma Dapat Dukungan Negara Kecil

DISKUSI: