Bagheri Kani: Eropa Menyetujui Perspektif Iran sebagai Dasar Pembicaraan Nuklir

0
420

Wina, LiputanIslam.com –  Kepala perunding nuklir Iran Ali Bagheri Kani mengatakan bahwa tiga kekuatan Eropa (E3; Inggris, Prancis dan Jerman) bersedia menerima perspektif Teheran sebagai dasar  pembicaraan “serius, berorientasi pada hasil”.

Hal itu dia katakan kepada wartawan di akhir putaran pembicaraan terbaru di Wina antara Iran dan lima negara penandatangan kesepakatan nuklir multilateral Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA). Pembicaraan itu bertujuan menghapus sanksi AS yang dikenakan secara sepihak terhadap Iran dan menyelamatkan perjanjian.

Bagheri Kani menilai akselarasi untuk mencapai kesepakatan bergantung pada kehendak pihak lawan Iran.

“Jika pihak lain menerima pandangan dan pendirian rasional Republik Islam Iran, putaran baru pembicaraan bisa menjadi yang terakhir dan kita bisa melakukannya, mencapai kesepakatan dalam tempo sesingkat mungkin.”

Diplomat senior Iran itu menambahkan bahwa negaranya dan P4+1 (Inggris, Prancis, Rusia, China plus Kerman) mencapai “dua dokumen baru untuk pembicaraan mengenai sanksi (AS) maupun masalah nuklir”.

Dia menekankan bahwa putaran selanjutnya pembicaraan Wina akan dimulai dalam waktu dekat berdasarkan teks-teks baru yang menggabungkan sudut pandang dan pendirian Iran.

Bagheri Kani  mencatat bahwa tim perunding barunegaranya membawa sikap dan pandangannya sendiri ke Wina, mengingat terjadinya peralihan pemerintahan di Iran dari Hassan Rouhani ke Sayid Ebrahim Raisi.

Dalam pernyataan lain via Twitter, dia menyebutkan, “Kami telah membuat kemajuan yang baik minggu ini. Hari ini, Jumat, komite bersama akan diadakan, dan setelah istirahat beberapa hari, kami akan melanjutkan negosiasi.”

Dia menambahkan, “Setelah berkonsultasi dengan delegasi lain yang berpartisipasi dalam negosiasi Wina, saya kemarin (Kamis) malam bertemu dengan Enrique Mora (koordinator Uni Eropa untuk negosiasi nuklir), guna menilai situasi dan membahas langkah selanjutnya. Pertemuan-pertemuan ini dilakukan dalam kerangka pembicaraan putaran ketujuh, yang dimulai pada tanggal 29 November lalu, dengan tujuan menghidupkan kembali perjanjian nuklir yang dicapai Iran dan kekuatan global di Wina pada tahun 2015.”

Di pihak lain, Enrique Mora mengatakan delegasi perunding hanya memiliki waktu sekian minggu, bukan berbulan-bulan, untuk menyelamatkan JCPOA.

“Kami tidak punya waktu berbulan-bulan, melainkan berminggu-minggu, untuk mencapai kesepakatan,” katanya dalam konferensi pers.

Dia  menambahkan, “Ada rasa urgensi yang sangat penting jika kita benar-benar ingin mencapai kesuksesan dalam negosiasi.” (mm/mna/raialyoum)

Baca juga:

Tanggapi Statemen GCC, Iran Nyatakan Tak Akan Menolerir Intervensi terhadap Proyek

Sengitnya Reaksi Iran atas Gertakan Israel

DISKUSI: