Wow, Teheran Ungkap Usulan Presiden AS agar Iran Tidak Membalas Dendam

0
142

Teheran, LiputanIslam.com –  Wakil ketua parlemen Iran Majelis Syura Islam, Hossein Amir Abdollahian, menyatakan bahwa AS telah mengirim surat kepada Iran melalui perantara terkait dengan balas dendam Iran atas pembunuhan mantan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Jenderal Qassem Soleimani oleh AS di Baghdad.

Abdollahian, Rabu (5/2/2020), menyebutkan bahwa surat AS itu mengusulkan kesepakatan mengenai berbagai posisi dan kepentingan AS yang dapat menjadi sasaran serangan Iran dalam pembalasan tersebut.

“Tapi kami menolaknya, dan kami katakan bahwa kamilah yang menentukan sasaran dan skala pembalasan,” ujar Abdollahian.

Mengenai serangan rudal balistik yang sudah dilakukan Iran terhadap Lanud Ain Assad yang ditempati pasukan AS di Irak, dia menyebut itu “sekedar balasan atas serangan AS terhadap mobil Soleimani dan orang-orang yang menyertainya, bukan balasan atas pembunuhan Soleimani sendiri.”

Abdollahian menjelaskan, “Para mediator pasca pembunuhan Soleimani telah membawakan kepada kami surat-surat dari pemerintah AS yang isinya ialah bahwa jika Iran tidak membalas pembunuhan Soleimani maka Presiden Trump siap mencabut semua sanksi terhadap Iran sesuai kewenangan dia, tapi kami menolaknya.”

Baca: Agen Spionase AS Tertangkap di Iran dan akan Dihukum Mati

Menurut Abdollahian, AS semula tidak pernah membayangkan Iran akan menyerang Lanud Ain Assad, dan seandainya Iran menyerangnya maka AS akan dapat menembak jatuh rudal Iran atau menyimpangkannya dari jalurnya.

“Tapi mereka (AS) terkejut melihat balasan Iran, dan mereka ternyata tak dapat menjatuhkan atau mengalihkan arah satupun rudal Iran,” lanjutnya.

Baca: Intelijen AS Pembunuh Jenderal Soleimani Tewas di Afghanistan

Mengenai upaya penyingkiran pasukan AS dari Irak, dia mengatakan, “Kami tidak akan pernah menekan para sahabat kami di Irak karena mereka terdera pendudukan. AS menyebar kerusakan di Irak, tapi orang-orang Irak sendirilah yang menentukan jalan untuk mengeluarkan pasukan AS.” (mm/alalam)

DISKUSI: