Ayatullah Khamenei: Masalah Iran dengan AS Hanya Bisa Diselesaikan dengan “Upeti”

0
226

Teheran, LiputanIslam.com   Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayd Ali Khamenei dalam pertemuan dengan pasukan sukarelawan Basij, Sabtu (26/11), memastikan pembicaraan tidak akan menyelesaikan masalah Iran dengan Amerika Serikat (AS).

Dia menjelaskan bahwa masalah itu akan diselesaikan semata-mata melalui “upeti” (konsesi), yang bukan untuk satu kali, melainkan untuk selamanya, dan karena itu tidak mungkin bangsa Iran memenuhi keinginan AS tersebut.

Menyinggung kondisi geopolitik Timteng yang dia sebut “Asia Barat”, khususnya Iran, Ayatullah Khamenei mengatakan, “Para pejabat AS, seperti yang mereka akui, pada tahun 2006 berencana melumpuhkan negara tetangga Iran. Mereka mengatakan mereka pertama-tama harus menggulingkan Irak, Suriah, Lebanon, Libya, Sudan, dan Somalia, dan baru kemudian Iran.”

Dia menambahkan, “Republik Islam (Iran) tidak pernah memasuki kawasan Afrika Utara, tapi kebijakannya di Irak, Suriah, dan Lebanon berhasil dan menyebabkan kekalahan AS di negara-negara ini.”

Menyinggung keberanian jenderal legendaris Iran Qassem Soleiman, dia mengatakan, “Syahid Haji Qassem membuat musuh Iran gusar karena karena dia membawa panji kebijakan Republik Islam Iran yang menggagalkan rencana musuh.”

Pemimpin Besar Iran mengatakan, “Iran adalah negara paling penting di wilayah Asia Barat, karena kekayaannya melebihi semua negara ini, dan karena itu mereka lebih sensitif terhadap Iran, dan pasukan relawan Basij tidak boleh lupa bahwa konfrontasi kita yang sesungguhnya adalah melawan kubu arogan dunia.”

Dia menyebutkan bahwa Iran telah mengacaukan perhitungan pihak lawan dan memberikan pukulan terhadap kebijakan kolonial dan mendorong mereka ke ambang isolasi.

“Revolusi Islam mengakhiri ketergantungan Iran pada AS, Inggris dan rezim kolonial, dan kita mencapai kemerdekaan dan tidak membuat konsesi apa pun kepada mereka,” lanjutnya.

Dia menyatakan bahwa pengaruh revolusi Islam Iran menjalar ke berbagai bangsa di kawasan dan negara-negara tetangga serta membawa perubahan di sana.

Dia juga mengatakan, “Rakyat Iran eksis di gelanggang, dan musuh getol berusaha menghancurkan dan menggulingkan revolusi, tetapi mereka menyadari kesulitan menghadapi Iran dan ketidakmampuan mereka untuk melakukannya.”

Dia bagian akhir pidatonya Ayatullah Khamenei meminta para pejabat mewaspadai perkembangan yang sedang berlangsung. Dia menekankan bahwa musuh berusaha mendominasi pikiran dan mempengaruhi opini publik dunia melalui penyebaran kebohongan dan berita palsu. (mm/irna/alalam)

Baca juga:

Teheran Jelaskan Alasan Operasi Militer ke Basis Separatis di Kurdistan

Jenderal IRGC: AS akan Mendapat Pukulan Telak Jika Bertindak Ceroboh terhadap Iran

DISKUSI: