Ayatullah Khamenei: Hanya Iran yang Berhak Tetapkan Syarat Perjanjian Nuklir

0
158

Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menegaskan bahwa jika pihak lain dalam perjanjian nuklir Iran, Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), menginginkan Iran berkomitmen lagi kepada perjanjian ini maka Amerika Serikat (AS) harus mencabut semua semua sanksinya terhadap Iran.

“Jika kami sudah meyakini hal (pencabutan sanksi) itu dan melihatnya secara kongkret sudah dicabut maka kami akan memulihkan komitmen kami kepada perjanjian nuklir ini. Inilah kebijakan yang Iran tidak akan menyimpan darinya, dan inilah yang disepakati oleh semua pejabat negara ini,” ungkapnya dalam kata sambutannya pada pertemuan dengan para komandan Angkatan Udara Iran, Ahad (7/2).

Dia memperingatkan, “Jika kita hendak membahas secara logis maka AS dan tiga negara Eropa yang telah mencampakkan dan menginjak-injak komitmennya kepada perjanjian nuklir tak berhak menentukan syarat dan ketentuan pemulihan komitmen, sebab merekalah yang tidak menerapkan bagian manapun dari perjanjian ini.”

Ayatullah Khamenei menegaskan, “Pihak yang berhak meletakkan persyaratan tertentu adalah Iran, sebab Iranlah yang menjalankan semua kewajibannya sehingga kitalah yang berhak menetapkan persyaratan untuk kelanjutan perjanjian, dan telah kita umumkan persyaratan ini sehingga siapapun tak akan bisa menyimpang darinya.”

Dia menilai sanksi dan tekanan maksimum AS bertujuan menggulingkan Republik Islam Iran “sehingga salah seorang yang bodoh di Gedung Putih pada dua tahun lalu mengumumkan bahwa mereka (para pejabat AS) akan berpesta di Teheran pada Januari 2019. Sekarang orang itu sudah tercampakkan ke keranjang sejarah sebagaimana presidennya dikeluarkan dari Gedung Putih secara memalukan, sementara Republik Islam tetap tegak menjulang, berkat anugerah Allah SWT.” (mm/alalam)

Baca juga:

Ayatullah Khamenei: Musuh Tak Dapat Bertindak Bodoh, Kekuatan Iran Terus Membesar

Rouhani: Jangan Harap Perjanjian Nuklir Iran Dapat Diubah Sedikitpun

 

DISKUSI: