Ayatullah Khamenei: Di Prancis Boleh Menghina Nabi, Tapi Sekedar Meragukan Holocaust Tak Boleh

0
128

Teheran, LiputanIslam.com –  Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengutuk maraknya penistaan terhadap Nabi Besar Muhammad saw di Prancis serta pembelaan penistaan ini oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Dalam rangka ini, Ayatullah Khamenei, Rabu (28/10/2020), mengimbau para pemuda Prancis agar bertanya kepada Macron untuk apa dia mendukung penistaan itu dan menganggapnya sebagai salah satu bentuk kebebasan berekspresi.

Dia juga menyoal, “Apakah kebebasan berekspresi berarti hujatan dan penghinaan, dan itupun ditujukan kepada tokoh cemerlang dan suci? Bukankah perlakuan bodoh ini merupakan penghinaan terhadap perasaan terhadap rakyat yang telah memilihnya sebagai presiden?”

Ayatullah Khamenei kemudian menyoal standar ganda Prancis dan Barat secara umum dalam soal kebebasan berpendapat dan berekspresi, sebab di sana menghina Nabi Muhammad saw diperbolehkan, sedangkan sekedar meragukan sejarah Holocaust, yaitu tragedi genosida jutaan umat Yahudi dalam Perang Dunia II, dilarang dan dianggap sebagai kejahatan.

“Mengapa meragukan Holocaust dianggap sebagai kejahatan, sehingga orang yang menulis sesuatu tentang ini dijebloskan ke dalam penjara, sedangkan orang yang menghina Nabi diperbolehkan?” cecarnya. (mm/alalam)

Baca juga:

Presiden Cechnya: Macron, Berhentilah Sebelum Terlambat!

[Video]: Umat Kristen dan Islam Palestina Berunjuk Rasa Anti-Macron di Depan Gereja Kelahiran

DISKUSI: