Ayatullah Khamenei: Di Gelanggang Olah Ragapun Jangan Akui Israel

0
267

Teheran, LiputanIslam.com –  Pemimpin Besar Iran  Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyatakan bahwa kaum arogan dunia menyokong upaya Rezim Zionis Israel untuk mendapat pengakuan dan legitimasi dengan cara berpartisipasi di gelanggang olah raga internasional, dan karena itu dia menilai sangatlah penting bagi umat Islam, terlebih bagi para atlit Iran, untuk tidak mengakui Israel bahkan di gelanggang olah raga.

“Rezim penjahat, pembunuh dan ilegal Zionis berusaha memperoleh legitimasi melalui kehadirannya di gelanggang olah raga internasional, dan para mustakbirin di duniapun mendukungnya. Hanya saja, para pejabat bidang olah raga di negara ini (Iran) hendaklah tidak bersikap pasif dalam masalah ini,” ungkap Ayatullah Khamenei dalam kata sambutannya di Teheran, Sabtu (18/9), saat ditemui oleh para atlit Iran peraih medali Olimpiade Tokyo 2020.

Menyinggung tindakan Israel dan para pendukungnya untuk mengisolasi atlit yang memboikot atlit Israel, dia mengatakan, “Menteri olah raga, menteri luar negeri, dan badan-badan hukum hendaklah menindak lanjuti kasus ini melalui jalur hukum dan memberikan dukungan kepada para atlit Iran dan bahkan para atlit Muslim dari negara-negara lain semisal atlit Aljazair yang belakangan ini dikenai sanksi.”

Ayatullah Khamenei melarang para atlit Iran berjabat tangan dengan atlit Israel dan mengakui Rezim Zionis demi medali.

Dia menambahkan, “Kasus demikian sudah pernah terjadi di masa lalu di mana para atlit dari berbagai negara menahan diri dari bertanding dengan kontingen rezim apartheid di Afrika Selatan, dan setelah rezim ini musnah maka akan musnah pula rezim Zionis.”

Ayatullah Khamenei juga menyatakan bahwa para atlit putri Iran telah membuktikan kepada dunia bahwa hijab bukanlah penghalang bagi kaum wanita untuk berprestasi di dunia olah raga.

“Para atlit putri Iran dalam pertandingan telah membuktikan bahwa hijab Islami tidak menghalangi kecemerlangan di arena olah raga, sebagaimana hal itu juga telah dibuktikan oleh kaum wanita Iran di kancah politik, sains dan administrasi,” terangnya. (mm/alalam)

Baca juga:

Inggris dan Jerman: Perundingan dengan Iran Harus Segera Dihidupkan

Soal Pengiriman Minyak Iran ke Lebanon, New York Times: Hizbullah Cundangi AS

DISKUSI: