Inggris dan Jerman: Perundingan dengan Iran Harus Segera Dihidupkan

0
690

Berlin,LiputanIslam.com-Menlu Jerman Haiko Maas dan Menlu Inggris yang baru, Lizz Trus berbincang via telepon mengenai hubungan bilateral dan isu kesepakatan nuklir (JCPOA).

Perbincangan mereka dikabarkan oleh Kemenlu Jerman melalui sebuah pesan singkat di Twitter. Kemenlu Jerman mengumumkan,”Kami (Jerman dan Inggris) akan melanjutkan kerja sama di bidang pertahanan dan urusan luar negeri. Juga disepakati bahwa menghidupkan perundingan dengan Iran soal JCPOA adalah hal mendesak.”

Sebelum ini, Wakil Rusia di organisasi-organisasi internasional di Wina menegaskan kembali pentingnya semua sanksi nuklir Iran dicabut.

“Dihidupkannya kembali kesepakatan nuklir (JCPOA) memiliki kaitan tak terpisahkan dengan pencabutan semua sanksi terkait dengannya. Ini adalah sesuatu yang jelas tanpa perlu dikatakan lagi,”cuit Mikhail Ulyanov di akun Twitter-nya.

“Supaya hal ini terjadi (pencabutan sanksi-sanksi nuklir Iran), kita harus memulai perundingan Wina tanpa jeda dan menuntaskannya hingga berhasil. Hal kedua memang bukan pekerjaan mudah, tapi mungkin dilakukan,”imbuhnya.

Washington menyatakan, pihaknya siap mencabut sanksi-sanksi Iran hanya jika kedua belah pihak kembali ke semua komitmen di JCPOA. Komitmen Iran sendiri secara kuantitas bisa diuji kebenarannya. Namun pengujian kebenaran klaim pencabutan sanksi oleh AS butuh waktu sedikitnya 3 hingga 6 bulan.

Teheran menegaskan, mengingat bahwa Washington adalah pihak yang melanggar JCPOA dengan keluar secara sepihak, maka AS-lah yang mesti kembali terlebih dahulu dengan mencabut sanksi-sanksi. Pelaksanaan komitmen AS ini juga mesti diuji terlebih dahulu. Di saat yang sama, Teheran menyatakan pihaknya tidak terburu-buru atau bersikeras agar Washington kembali ke JCPOA. (af/fars/alalam)

Baca Juga:

Israel Sebut IAEA Buta terhadap Aktivitas Nuklir Iran, Ini Tanggapan Pedas Teheran

Iran Nyatakan Kirim Minyak ke Lebanon Seusai Konstitusi tentang Dukungan kepada Umat Islam

DISKUSI: