Ayatullah Khamenei: Barat Tak Tahan Menyaksikan Pesatnya Kemajuan Iran Sehingga Dalangi Kerusuhan

0
149

Teheran, LiputanIslam.com   Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menegaskan bahwa kekuatan arogan dunia mendalangi gelombang kerusuhan di Iran karena tak tahan menyaksikan pesatnya kemajuan di bidang sains dan teknologi Iran, yang praktis menggugurkan faham liberalisme yang dipromosikan Barat.

Dalam pertemuan dengan sekelompok warga kota Isfahan di Teheran, Sabtu (19/11),  Ayatullah Khamenei menuturkan, “Orang Barat bisa menjarah seluruh dunia selama lebih dari dua abad melalui wacana demokrasi liberal. Mereka melakukan intervensi, mengklaim tidak ada kebebasan di satu dan lain tempat. Akibatnya, mereka menjarah aset dan sumber daya negara,” katanya.

Dia mengatakan, “Eropa yang miskin menjadi kaya dengan mengorbankan banyak negara kaya seperti India dan China. Iran tidak secara langsung dijajah, tapi mereka melakukan semua yang mereka bisa di sini,” kata Pemimpin itu.

Dia menambahkan, “Afghanistan adalah contoh tepat di depan mata Anda sendiri. Orang Amerika datang dan melakukan kejahatan di Afghanistan selama 20 tahun. Mereka melakukan segala bentuk tindakan kriminal, membawa pemerintahan yang sama yang telah digulingkan kembali ke tampuk kekuasaan, dan mundur dengan cara yang memalukan.”

Dia kemudian memuji Republik Islam Iran sebagai negara yang telah menolak faham demokrasi liberal, memberikan identitas bangsanya, membangunkan dan memberdayakan mereka, dan melawan faham Barat.

Ayatollah Khamenei menyebut permusuhan Barat terhadap Iran berakar pada fakta bahwa negara Republik Islam ini  terus mencetak kemajuan yang diakui oleh seluruh dunia, dan Barat lantas tak tahan melihatnya.

“Seandainya kita tidak membuat kemajuan apa pun, tidak menunjukkan kehadiran yang kuat di kawasan, suara kita goyah di hadapan Amerika dan arogansinya, dan kita siap menerima intimidasinya, maka tekanan intensif selama ini akan jauh berkurang,” ujarnya.

Dia memastikan Washington selalu terdepan dalam kampanye anti-Iran, sementara sekutunya Eropa berdiri di belakangnya.

Ayatullah Khamenei mengingatkan bahwa semua presiden AS, termasuk Jimmy Carter, Bill Clinton dan Barack Obama, getol memusuhi Iran sejak kemenangan Revolusi Islam 1979, dan mereka mengandalkan rezim Israel dan rezim tertentu di kawasan untuk mencapai tujuan mereka.

“Meski demikian, musuh  gagal secara keseluruhan. Tentu saja mereka telah menimbulkan masalah, seperti sanksi, pembunuhan ilmuwan nuklir, penerapan berbagai taktik politik dan keamanan, bahkan menyuap beberapa orang di dalam negeri untuk berbicara menentang kemapanan Islam. Tapi mereka tidak bisa menghentikan bangsa Iran untuk maju, ”tegasnya.

Menyinggung besarnya fasilitas media musuh yang mencakup jaringan satelit, ruang virtual, dan saluran TV antek bayaran untuk menghancurkan harapan bangsa Iran, Ayatullah Khamenei juga memastikan bahwa meski musuh mengerahkan semua fasilitas itu “harapan dan gerakan untuk kemajuan di Iran masih hidup.”

Menyinggung beberapa kemajuan dan pergerakan maju di Iran dalam beberapa minggu terakhir, Pemimpin Besar Iran menyebutkan metode baru ilmuwan Iran dalam pengobatan leukemia, pribumisasi salah satu peralatan ekstraksi minyak dan gas, pembukaan jalur kereta api di bagian Provinsi Sistan dan Baluchistan, yang merupakan bagian penting dari perkeretaapian Utara-Selatan, pembukaan beberapa pabrik, pendirian kilang lepas pantai pertama, pengoperasi enam pembangkit listrik, pembukaan salah satu teleskop terbesar di dunia, peluncuran roket pembawa satelit dan peluncuran rudal baru.

Ayatollah Khamenei mengatakan bahwa pencapaian seperti itu diperoleh Iran justru ketika musuh berusaha mencegah kemajuan Iran dengan gelombang kerusuhan. (mm/presstv)

Baca juga:

Marah Besar, Jenderal Iran: Saudi Layak Mendapat Tamparan Keras

Komandan Pasukan Quds IRGC Temui Mufti Agung Irak di Baghdad

DISKUSI: