Australia Batal Akui Quds Sebagai Ibu Kota Israel

0
367

Canberra, LiputanIslam.com   Australia menyatakan tidak akan lagi mengakui Quds (Yerusalem) Barat sebagai ibu kota Israel, dan dengan demikian Canberra membatalkan keputusan yang diambil Negeri Kanguru ini di masa pemerintahan Mantan Perdana Menteri Scott Morrison pada 2018.

“Hari ini Pemerintah telah menegaskan kembali posisi sebelumnya dan lama Australia bahwa Yerusalem adalah masalah status akhir yang harus diselesaikan sebagai bagian dari negosiasi damai antara Israel dan rakyat Palestina,” kata Menteri Luar Negeri Penny Wong dalam sebuah pernyataan.

“Ini membalikkan pengakuan Pemerintah Morrison atas Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel,” imbuhnya.

Wong menegaskan bahwa kedutaan Australia akan tetap berada di Tel Aviv, dan Canberra berkomitmen pada solusi dua negara “di mana Israel dan negara Palestina masa depan hidup berdampingan, dalam perdamaian dan keamanan, dalam perbatasan yang diakui secara internasional”.

Dia menambahkan, “Kami tidak akan mendukung pendekatan yang merusak prospek ini.”

Status Quds merupakan salah satu poin terbesar dalam upaya pencapaian kesepakatan damai antara Israel dan Palestina.

Israel menganggap seluruh kota Quds, termasuk sektor timur yang dicaploknya setelah perang Timur Tengah 1967, sebagai ibu kotanya.

Di pihak lain, para pejabat Palestina, dengan dukungan internasional yang luas, menginginkan Quds  Timur sebagai ibu kota negara masa depan yang mereka harap dapat didirikan di wilayah pendudukan Tepi Barat dan Jalur Gaza. (mm/aljazeera)

Baca juga:

Malaysia Bebaskan Aktivis Palestina dari Cengkraman MOSSAD di Kuala Lumpur

Merinding, Ini Tanggapan kelompok “Sarang Singa” Palestina Ketika Diancam akan Dihabisi

DISKUSI: