Malaysia Bebaskan Aktivis Palestina dari Cengkraman MOSSAD di Kuala Lumpur

0
182

Washington, LiputanIslam.com    Beberapa sumber mengungkapkan kepada saluran berita Al Jazeera bahwa pihak berwenang Malaysia telah membebaskan seorang aktivis Palestina yang pada akhir September lalu diculik oleh agen dinas rahasia Israel, Mossad, di Kuala Lumpur, ibukota Malaysia, dan diinterogasi melalui video dari Tel Aviv mengenai hubungannya dengan sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam.

Sumber-sumber itu menyebutkan bahwa Mossad mempekerjakan para agen berkewarga negaraan Malaysia yang telah dilatih di negara-negara Eropa untuk melakukan operasi penculikan aktivis Palestina yang berasal dari Jalur Gaza tersebut.

Mereka membenarkan bahwa intelijen Malaysia dapat mencapai lokasi para penculik, menangkap mereka, dan membebaskan aktivis Palestina itu dalam tempo 24 jam.

Peristiwa ini mengingatkan orang pada peristiwa pembunuhan aktivis Palestina Fadi al-Batsh, 35 tahun, di Malaysia pada tahun 2018.

Saat itu, demi kepentingan Mossad, dua pria bersenjata tak dikenal telah membunuh al-Batsh, seorang insinyur asal Jabalia, Jalur Gaza, yang memegang gelar doktor di bidang teknik elektronik dan bekerja sebagai dosen di salah satu universitas swasta Malaysia.

Bapak dari tiga orang anak itu pernah menerima sejumlah penghargaan di bidang ilmiah, terutama anugerah “Khazanah” Malaysia pada tahun 2016, sebagai orang Arab pertama yang memperolehnya.

Dia juga menerima beberapa hak paten untuk pengembangan perangkat elektroniknya dan logam untuk menghasilkan listrik.

Selama perjalanan studinya, Al-Batsh menerbitkan sejumlah makalah ilmiah yang bernas, dan berpartisipasi dalam konferensi internasional di Jepang, Inggris, Finlandia dan lain-lain. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Merinding, Ini Tanggapan kelompok “Sarang Singa” Palestina Ketika Diancam akan Dihabisi

Problem Besar Israel Bernama ‘Solidaritas Palestina’

DISKUSI: