Assad: Tak Ada Prospek bagi Keberadaan AS di Suriah

0
100

Presiden Suriah, Bashar Al-Assad

Damaskus, LiputanIslam.com –  Presiden Suriah Bashar Assad memastikan tak ada prospek bagi eksistensi militer AS di Suriah, dan memperingatkan bahwa pasukan negara arogan itu mendapat perlawanan dari rakyat Suriah.

Seperti dikutip Press TV, Senin (16/12/2019), dalam wawancara dengan saluran televisi Phoenix milik Cina, Assad menduga kebijakan AS terhadap Suriah akan berubah jika Presiden Donald Trump tidak terpilih lagi dalam pemilihan presiden 2020.

“Sistem politik Amerika bukanlah sistem negara dalam pengertian yang kita pahami. Ini adalah sistem yang terdiri dari lobi-lobi… Semua presiden (AS) yang kami pernah berurusan dengan mereka di Suriah, mulai dari Nixon pada 1974 – ketika hubungan dengan Amerika dipulihkan- hingga Trump saat ini dikendalikan oleh lobi-lobi ini,” terang Assad.

Menurutn Presiden Suriah, siapapun dan sebaik apapun presiden AS tidak akan dapat bertindak di luar kebijakan lobi-lobi ini.

“Karena itu, bertaruh pada perubahan presiden adalah salah tempat dan tidak realistis, dan saya tidak berpikir bahwa kebijakan Amerika ini akan berubah dalam beberapa tahun mendatang.”

Mengenai jumlah pasukan AS yang tersisa di wilayah Suriah, Assad menilai keliru angka yang sudah diumumkan AS karena tidak memperhitungkan jumlah warga sipil yang bekerja untuk perusahaan militer swasta, yang bertempur dengan tentara AS.

Baca: AS Terus Kirim Pasukannya ke Ladang Minyak Suriah

“Hal yang lucu dalam politik Amerika adalah mereka mengumumkan jumlah antara ribuan dan ratusan. Ketika mereka mengatakan ribuan, maka itu adalah untuk menyenangkan lobi pro-perang, khususnya perusahaan-perusahaan senjata, bahwa mereka berada dalam keadaan perang. Ketika mereka mengatakan ratusan maka mereka berbicara kepada para kontra-perang bahwa mereka hanya sekian ratus,” papar Assad.

Presiden Suriah menambahkan bahwa jumlah sebenarnya “tentu saja ribuan”, dan AS dalam perang sangat bergantung kepada perusahaan-perusahaan militer swasta seperti Blackwater di Irak dan lain-lain.

Baca: AS Klaim Iran Bangun Terowongan Besar di Perbatasan Irak-Suriah

Assad membantah klaim Washington bahwa pasukan AS berada di Suriah timur laut adalah demi “melindungi” ladang minyak di sana. Menurutnya, AS justru “mencuri minyak dan menjualnya ke Turki”, dan Ankara merupakan “antek” Washington dalam penjualan minyak ini.

Ditanya bagaimana pemerintah Suriah akan menghadapi keberadaan AS di ladang minyak di timur Sungai Eufrat, Assad menjawab, “Pertama, Amerika mengandalkan teroris. Para teroris harus diserang, ini adalah prioritas bagi kami di Suriah. Menyerang para teroris melemahkan kehadiran Amerika dengan berbagai cara. ”

“Pada titik ini, wajar bahwa tidak akan ada prospek bagi kehadiran orang Amerika.”

Presiden memperingatkan AS bahwa rakyat Suriah akan melawan jika pasukannya tetap bertahan di Suriah, dan memastikan bahwa “pada akhirnya, Amerika akan pergi.” 

(mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS: