AS Tekan Israel supaya Tak Mengubah Aturan Konfrontasi dengan Hizbullah

0
245

NewYork, LiputanIslam.com –  Amerika Serikat (AS) melancarkan tekanan terhadap Perdana Menteri Israel Nafatali Bennett untuk tidak mengubah aturan konfrontasi dengan Hizbullah sebelum dimulainya perundingan nuklir Iran di Wina, Swiss, pada September mendatang, agar tak menjadi dalih bagi Iran untuk menarik diri dari perundingan  tersebut.

Tekanan AS itu dinyatakan oleh sebuah sumber diplomatik kepada surat kabar Asharq Al-Awsat dan dikutip oleh surat kabar Israel Yedioth Ahronoth, Ahad (8/8), sementara beberapa laporan menyebutkan bahwa ketegangan antara Hizbullah dan Israel pada akhir pekan lalu merupakan upaya Hizbullah menjajaki nyali Bennett.

Sumber itu menjelaskan bahwa baik Israel maupun Hizbullah telah melayangkan surat kepada Pasukan Sementara PBB di Libanon (UNIFIL) berisi pernyataan bahwa keduanya sama-sama tidak berkeinginan untuk mengubah aturan konflik, setelah ada tekanan dari AS dan Prancis kepada masing-masing pihak.

Tekanan itu terjadi manakala beberapa petinggi militer Israel menyatakan bahwa keadaan sudah mendekati pecahnya konfrontasi militer Israel dengan Libanon.

Brigjen (purn) Israel Hasson Hassoun mengatakan, “Kita sedang menuju perang regional terhadap, kita perlu mengambil kendali inisiasi.”

Sumber lain dari pihak keamanan Israel mengatakan, “Kita sudah sangat mendekati hari-hari baru.” Saluran Kan milik Israel mengutip pernyataan sumber itu bahwa “situasi di Libanon mengkhawatirkan, ada persepsi bahwa sekarang terbuka sebuah front di perbatasan.”

Jumat lalu Hizbullah menembakkan puluhan roket ke posisi-posisi pasukan Zionis Israel di wilayah pendudukan pertanian Shebaa, Libanon selatan, sebagai balasan atas serangan udara Israel secara langsung ke Libanon selatan sehari sebelumnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett menyatakan bahwa sejak pelantikan presiden baru Iran Sayid Ebrahim Raisi, “terjadi eskalasi agresi Iran di semua titik kawasan Timur Tengah, di darat, udara dan laut.”

Militer Israel menerapkan status siaga untuk hari yang ketiga pada Ahad kemarin di sepanjang perbatasan Isael-Libanon di tengah situasi yang masih menyisakan ketegangan. (mm/raialyoum)

Berita Terkait:

Israel Kecam Sekjen PBB Karena Setarakan Hizbullah dengan Israel

Sayid Hassan Nasrallah: Israel Tak Berani Berhadapan dengan Hizbullah

DISKUSI: