AS Siapkan Opsi Untuk Lindungi Pasukan dan Diplomatnya di Irak dari “Serangan Iran”

0
177

Washington, LiputanIslam.com –  Seorang pejabat senior pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa para pejabat senior keamanan nasional negara ini dalam rapat yang berlangsung pada hari Rabu (23/12) telah menyetujui beberapa opsi yang akan diajukan kepada Presiden Donald Trump untuk mencegah serangan terhadap pasukan dan para diplomat AS di Irak.

Pertemuan itu digelar menyusul apa yang mereka klaim bahwa telah terjadi serangan pada 20 Desember lalu terhadap pasukan dan Kedutaan Besar AS di Zona Hijau Baghdad.

Pejabat yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan bahwa pada Ahad lalu telah terjadi serangan yang membidik Kedutaan Besar AS di Zona Hijau Baghdad sehingga sedikitnya delapan roket mendarat di kawasan yang dijaga ekstra ketat tersebut.

Menurutnya, para pejabat tinggi yang terdiri atas Penjabat Menteri Pertahanan Chris Miller, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Penasihat Keamanan Nasional Robert O’Brien telah membahas situasi tersebut dalam pertemuan di Gedung Putih.

Tanpa menyebutkan kandungan opsi tersebut, termasuk mengenai kemungkinan tindakan militer, pejabat anonim itu menambahkan bahwa “berbagai opsi” akan segera diajukan kepada Presiden Trump.

Dia mengatakan bahwa setiap opsi itu “dirancang untuk non-eskalasi dan demi mencegah serangan lebih lanjut.”

Setelah pertemuan tersebut, Trump di Twitter – tanpa menyebutkan bukti apa pun – mengklaim bahwa rudal yang digunakan dalam serangan pada hari Ahad itu berasal dari Iran. Dia juga mengatakan, “Kami mendengar pembicaraan-pembicaraan mengenai serangan-serangan lain terhadap orang Amerika di Irak.”

“Saya memberi tahu Iran bahwa jika satu saja orang Amerika terbunuh maka saya akan menganggap mereka bertanggung jawab. Mereka harus memikirkannya,” ancam Trump.

Pejabat anonim AS lainnya mengklaim bahwa dalam serangan itu sebanyak 21 roket telah ditembakkan, beberapa di antaranya menghantam gedung, namun tidak ada orang Amerika yang menjadi korban.

Para pejabat AS menyalahkan kelompok-kelompok relawan pejuang Irak yang didukung Iran atas serangan roket yang terjadi berulang kali terhadap fasilitas AS di Irak, termasuk di dekat kedutaan besar di Baghdad.

Namun demikian, tak ada satupun kelompok yang didukung Iran mengaku bertanggung jawab atas serangan yang terjadi belakangan ini, sementara Teheran membantah dan mengutuk tudingan yang dialamatkan kepada Iran. Teheran menegaskan bahwa Iran menentang serangan terhadap misi diplomatik di manapun. (mm/raialyoum/mn)

Baca juga:

Iran Tak Gentar Kapal Selam Nuklir AS Tiba di Teluk Persia

Sidang DK PBB, Iran Tegaskan Perjanjian Nuklirnya Tak Boleh Dikaitkan dengan Isu lain

DISKUSI: