Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Timur Tengah

AS Pertimbangkan Cabut Larangan Penjualan Senjata Ofensif ke Arab Saudi

Published 12/07/2022 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Washington, LiputanIslam.com –   Pemerintah AS sedang membahas kemungkinan pencabutan larangan penjualan senjata ofensif AS ke Arab Saudi, meski urusan invasi militer Saudi dan sekutunya di Yaman belum selesai.

Sumber yang mengetahui masalah ini, Senin (11/7), mengatakan bahwa dalam beberapa bulan terakhir para pejabat senior Saudi telah membujuk para pejabat AS di Riyadh dan Washington untuk meninggalkan kebijakan yang hanya membolehkan penjualan senjata defensif ke Saudi.

Sumber anonim itu mengatakan kepada Reuters bahwa keputusan akhir diharapkan bergantung pada langkah-langkah praktis Riyadh untuk mengakhiri perang Yaman.

Dua sumber mengatakan bahwa pertimbangan internal AS bersifat informal dan pada tahap awal, tanpa keputusan dalam waktu dekat.

Seorang pejabat AS juga mengatakan kepada Reuters bahwa tidak ada diskusi dengan Saudi tentang senjata ofensif “saat ini”.

Upaya pembatalasan pembatasan penjualan senjata ofensif AS ke Arab Saudi diperkirakan akan memancing penentangan di Kongres, termasuk dari rekan Demokrat Biden dan Partai Republik, yang telah menghujat Arab Saudi atas perang Yaman dan pembunuhan Jurnalis Washington Post Jamal Khashoggi asal Saudi oleh agen Saudi di dalam konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada tahun 2018.

Pada Februari 2021 Biden mengumumkan penghentian dukungan AS untuk serangan militer Saudi terhadap Yaman dan “penjualan senjata yang relevan.”

Sebuah sumber AS yang mengetahui masalah tersebut mengatakan bahwa pemerintahan Biden telah memulai diskusi internal tentang kemungkinan mencabut pembatasan penjualan senjata ofensif AS ke Saudi, namun menekankan bahwa mereka belum mencapai tahap pengambilan keputusan.

Menurut sumber kedua, pejabat Saudi mengungkapkan permohonan demikian antara lain dalam kunjungan Wakil Menteri Pertahanan Khalid bin Salman ke Washington pada Mei lalu.

Namun, sumber tersebut menekankan bahwa tidak ada pengumuman yang diharapkan terkait perjalanan Biden a ke Israel dan Arab Saudi pada 13-16 Juli.

Arab Saudi dan sekutu Arabnya memulai invasi militer terhadap Yaman pada Maret 2015 dengan dukungan senjata, logistik dan informasi dari AS dan negara-negara Barat lainnya.

Invasi itu ditujukan untuk membela rezim Abd Rabbuh Mansour Hadi di Yaman dan menumpas gerakan perlawanan Ansarullah, yang sedang menjalankan urusan negara Yaman tanpa adanya pemerintahan fungsional.

Saudi gagal mencapai semua tujuan itu, sementara perang telah menewaskan ratusan ribu orang Yaman dan memicu krisis kemanusiaan di negara ini, yang menurut laporan PBB, terparah di dunia. (mm/tasnim)

Baca juga:

Sanaa: Kami akan Runtuhkan Takhta Zionis Koalisi Saudi

Kebebasan Berbicara di AS Hanya Omong Kosong

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account