Kebebasan Berbicara di AS Hanya Omong Kosong

0
345

Washington,LiputanIslam.com– Upaya para pejabat Amerika yang berkoar mengenai kebebasan berpendapat dan berbicara, menjadi tidak berguna dengan fakta yang terjadi di lapangan.

Hal itu dibuktikan dengan seorang Jenderal pensiunan AS Gary Volesky yang merespon pernyataan istri Presiden AS,Jill Biden. Lalu ia dibekukan dari kesepakatan kontraknya dan dinterogasi.

Washington Post mengabarkan, Jill Biden pada 24 Juni di akun Twitter-nya mengkritik keputusan Mahkamah Agung AS terkait pelarangan aborsi di semua Negara Bagian AS.

Jenderal bintang tiga ini pun merespon kritik Ibu Negara itu lewat kalimat pendek. Volesky menulis, ”Saya senang karena akhirnya kau menyadari apa itu wanita”. Tapi ia langsung menghapus cuitan itu beberapa menit setelah diunggah.

Di sisi lain, kritik terhadap Jill Biden membuat Tentara AS marah. Jubir Tentara AS, Cynthia Smith menyampaikan kepada Washington Post, Panglima Combined Arms Center, Theodore Martin membekukan Volesky dari kontraknya sebagai pelatih senior. Volesky juga harus menunggu hasil investigasi dari atasan.

Berdasarkan kontrak ini, Volesky (60 tahun) bersama sejumlah pensiunan militer atau pensiunan pejabat sipil akan melatih para perwira Tentara, pegawai, dan kadet.

Menurut Washington Post, Volesky telah mengabdi untuk Tentara AS di perang Teluk Persia, Irak, dan Afghanistan. Sejauh ini ia belum menanggapi permintaan harian ini untuk menyampaikan pendapatnya. Gedung Putih juga enggan memberikan komentar.

Menurut para aktivis HAM, pelayanan aborsi di puluhan Negara Bagian AS sudah dibatasi atau dilarang, menyusul dirilisnya keputusan Mahkamah Agung tersebut. (af/fars)

Baca Juga:

Israel Ubah Cara Menyerang Iran

KairoTuntut Penyelidikan Kabar  Keberadan Kuburan Massal tentara Mesir di Palestina

 

DISKUSI: