AS Merombak Kondisi Pertahanannya di Timteng untuk Mengantisipasi Serangan Susulan Iran

0
139

Teheran, LiputanIslam.com –  Seorang pejabat militer AS mengungkapkan bahwa Pentagon dewasa ini sedang mempelajari kemungkinan penyesuaian pada postur pertahanannya di Timur Tengah setelah Iran melancarkan serangan rudal terhadap sasaran AS di Irak.

Dalam wawancara dengan Reuters pada Kamis malam (9/1/2020), pejabat anonim itu mengatakan bahwa AS memperkirakan Iran masih akan melancarkan serangan untuk membalas terbunuhnya mantan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Jenderal Qassem Soleimani, tapi di negara lain, bukan di Irak lagi.

Reuters Ahad lalu melaporkan bahwa AS telah mendeteksi bahwa pasukan rudal Iran di seluruh penjuru nagara ini telah ditempatkan dalam keadaan siaga tinggi. Tapi, menurut pejabat itu, Iran dinilai lebih berkemungkinan menyerang posisi AS di negara-negara selain Irak di mana Iran memiliki beberapa sekutu berpengaruh.

Baca: Para Pejuang Irak Tegaskan Pembalasan terhadap AS Makin Mendesak

Seperti diketahui, IRGC pada dini hari lalu membombardir pangkalan-pangkalan militer AS di Irak sebagai pembalasan atas darah Soleimani.

Komandan Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigjen Amir Ali Hajizadeh dalam jumpa pers, Kamis, memastikan lagi bahwa puluhan tentara AS tewas terkena gempuran rudal Iran.

Baca: IRGC Pastikan Gempurannya Tewaskan Puluhan Tentara AS, Meski Bisa Habisi 500 Tentara

Dia juga menyebutkan nama negara Yordania dan Kuwait saat menjelaskan pangkalan-pangkalan udara yang dipakai oleh AS di kawasan sekitar dalam melancarkan serangan “teror” yang menewaskan Soleimani.

AS menyangkal ada tentaranya yang tewas. Ketika mengumumkan bahwa Iran telah meluncurkan 16 rudal dari tiga lokasi, Pentagon menyebutkan bahwa sistem peringatan dini memungkinkan untuk menghindari korban.

Baca: Inilah Poin-Poin Lengkap Respon Trump atas Serangan Rudal Iran

(mm/reuters/rt/fars)

DISKUSI: