AS Kecualikan Beberapa Kelompok Bantuan Internasional dalam Sanksi terhadap Yaman

0
132

Sanaa, LiputanIslam.com –  Pemerintah Amerika Serikat(AS) melalui laman Departemen Keuangan, Selasa (19/1), mengumumkan pengecualian beberapa kelompok bantuan internasional dari sanksinya terhadap Yaman.

AS memberitahukan bahwa pengecualian itu bertujuan untuk memungkinkan dukungan kepada proyek-proyek kemanusiaan, membangun demokrasi, pendidikan dan pemeliharaan lingkungan hidup oleh kelompok penyalur bantuan Komite Internasional Palang Merah (International Committee of the Red Cross/ICRC), dan Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies/IFRC), mendukung.

Menurut laman Departemen Keuangan AS, Washington telah menyetujui ekspor barang-barang pertanian, obat-obatan, dan peralatan medis ke Yaman.

Kementerian itu juga menyatakan bahwa izin publik telah dikeluarkan untuk membantu memfasilitasi kesepakatan khusus terkait Yaman sehubungan dengan sanksi baru AS.

Pada akhir pekan lalu Washington mengumumkan keputusannya melabeli gerakan Houthi sebagai organisasi teroris asing.

Penunjukan tersebut mulai berlaku mulai hari ini, Selasa (19/1), sehari sebelum pemerintahan Presiden AS Donald Trump meninggalkan jabatannya.

Sehari sebelumnya, Gerakan Ansarullah (Houthi) Yaman mengutuk AS sembari menyatakan bahwa terorisasi Ansarullah dilakukan ketika AS sendiri membantu kelompok-kelompok yang jelas-jelas teroris semisal ISIS dan Al-Qaeda dalam memerangi Yaman.

“Deskripsi Amerika (tentang Ansarullah) ini berasal dari orang yang sama, yang berperang di front yang sama dengan Daesh (ISIS) dan al-Qaeda melawan kami,” ujar Mohammed Ali al-Houthi, anggota Dewan Tinggi Politik Yaman.

Ali Al-Houthi mengatakan AS mendukung dua kelompok teror tersebut sehingga dapat menggunakan mereka sebagai “dua senjata” untuk melawan tentara dan pejuang Yaman.

Washington, lanjut Al-Houthi, mengalamatkan label yang sama kepada gerakan-gerakan perlawanan Palestina yang jelas-jelas membela bangsanya di depan pendudukan dan agresi Israel, sedangkan Rezim Zionis ini sendiri justru lolos dari sebutan teroris.

Al-Houthi lantas menegaskan bahwa manuver AS sedemikian rupa tidak memiliki arti penting bagi para pemimpin revolusioner dan politik Yaman. (mm/raialyoum/mna)

Baca juga:

Pejabat PBB akan Minta AS Batalkan Terorisasi Ansarullah Yaman

Ansharullah: Griffiths adalah ‘Tukang Pos’ antara Riyadh dan Abu Dhabi

DISKUSI: