AS Ingatkan “Bahaya” Peningkatan Kemitraan Pertahanan Rusia-Iran

0
151

Washington, LiputanIslam.com   Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby memperingatkan ihwal apa yang disebutnya peningkatan hubungan antara Rusia dan Iran menjadi kemitraan pertahanan yang lengkap.

Kirby mengklaim pihaknya telah mendapatkan laporan bahwa Rusia dan Iran sedang mempertimbangkan produksi bersama drone mematikan, dan bahwa ini berbahaya bagi Ukraina, negara-negara tetangga Iran, dan masyarakat internasional.

“Rusia berusaha untuk berkolaborasi dengan Iran di bidang-bidang seperti pengembangan senjata, pelatihan,” katanya.

Menurutnya, AS khawatir bahwa Rusia “bermaksud memberi Iran komponen militer canggih” termasuk helikopter dan sistem pertahanan udara.

Menimpali pernyataan Kirby, Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly mengatakan bahwa Iran telah menjadi salah satu pendukung militer utama Rusia dan bahwa hubungan antara keduanya mengancam keamanan global.

Cleverly  menyebutkan bahwa “kesepakatan kotor” antara kedua negara telah membuat Iran mengirim ratusan drone ke Rusia.

“Sebagai imbalannya, Rusia menawarkan dukungan militer dan teknis kepada rezim Iran, yang akan meningkatkan risiko terhadap mitra kami di Timur Tengah dan keamanan internasional,” ujarnya.

Dia mengatakan Inggris sependapat dengan AS bahwa dukungan Iran untuk militer Rusia akan tumbuh dalam beberapa bulan mendatang karena Rusia mencoba untuk mendapatkan lebih banyak senjata, termasuk ratusan rudal balistik.

Ukraina menuduh Iran memasok Rusia dengan drone “kamikaze” yang digunakan dalam serangkaian serangan yang menewaskan sedikitnya delapan orang pada 17 Oktober.

Iran awalnya membantah hal ini, tetapi kemudian mengaku telah mengirimkan drone “dalam jumlah terbatas” ke Rusia, namun hal itu terjadi “beberapa bulan” sebelum perang di Ukraina. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Putin: Negara yang Berani Serang Rusia dengan Bom Nuklir akan Terhapus dari Muka Bumi

Presiden Raisi: AS Ingin Jadikan Iran Seperti Suriah dan Afghanistan, Tapi Tak Sanggup

DISKUSI: