Putin: Negara yang Berani Serang Rusia dengan Bom Nuklir akan Terhapus dari Muka Bumi

0
172

Bishkek, LiputanIslam.com   Presiden Rusia Vladimir Putin bersumbah bahwa negara mana pun yang berani menyerang Rusia dengan senjata nuklir akan terhapus dari muka bumi.

Putin menyatakan demikian usai pertemuan para pemimpin dari Uni Ekonomi Eurasia, yaitu Rusia, Belarusia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Armenia di Bishkek, ibu kota Kyrgyzstan,  Jumat (9/12).

“Saya yakinkan Anda, setelah sistem peringatan dini serangan rudal menerima sinyal serangan, ratusan rudal kami akan mengudara dan tak mungkin dapat dihentikan,” sumbar Putin.

Dia menambahkan, “Tapi itu akan menjadi tanggapan . Apa artinya itu? Ini berarti bahwa hulu ledak rudal musuh tidak dapat dihindari akan jatuh di wilayah Rusia, kemudian ratusan rudal kami akan diluncurkan dan mereka akan tetap jatuh. Tidak akan ada yang tersisa dari musuh, karena tidak mungkin mencegat seratus rudal. Ini, tentu saja, adalah pencegahan.”

Putin menekankan bahwa tanggapan akan menjadi pencegah yang serius, “tetapi jika musuh percaya sampai akhir bahwa adalah mungkin untuk menggunakan serangan pre-emptive, sedangkan kami tidak, maka ini membuat kami berpikir tentang ancaman yang diciptakan oleh ide-ide semacam itu bagi kami untuk membela negara lain.”

Dia menyatakan bahwa sifat dan ruang lingkup ancaman membutuhkan interaksi yang meningkat di garis pertahanan.

Putin juga mengatakan kepada wartawan bahwa kesepakatan pada akhirnya perlu dicapai untuk mengakhiri konflik di Ukraina.

Menurutnya, Kremlin terbuka untuk mencapai kesepakatan, namun kepercayaan Rusia kepada  pihak Barat dan Ukraina ‘hampir nol’.

Putin mengaku pihak ingin menemukan solusi damai di Ukraina, namun dikhianati oleh gagalnya perjanjian Minsk.

Dia menjelaskan bahwa Jerman dan Prancis – yang menengahi kesepakatan gencatan senjata di ibu kota Belarusia Minsk antara Ukraina dan separatis yang didukung Rusia di Ukraina timur pada 2014 dan 2015 – telah mengkhianati Rusia dan sekarang memompa Ukraina dengan senjata.

Putin mengaku kecewa terkait dengan pernyataan mantan kanselir Jerman Angela Merkel mengenai perjanjian tersebut.

Merkel dalam wawancara di majalah Zeit Jerman Rabu lalu menyebutkan bahwa perjanjian Minsk dibuat hanya sebagai upaya untuk ‘memberikan waktu kepada Ukraina’ untuk membangun pertahanannya dalam menghadapi agresi Rusia. (mm/raialyoum/dm)

 

DISKUSI: