AS Gempur Pasukan yang “Terkait dengan Iran” di Suriah, Ini Tanggapan Teheran

0
194

Potret pasukan AS di Suriah. Sumber: Presstv

Teheran, LiputanIslam.com    Amerika Serikat (AS) mengaku telah melancarkan serangan udara terhadap fasilitas infrastruktur yang digunakan oleh kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Suriah timur.

Komando Pusat militer AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa serangan itu dilancarkan atas perintah Presiden Joe Biden terhadap sasaran yang terletak di Provinsi Deir Az Zor, Suriah.

“Serangan hari ini diperlukan untuk melindungi dan membela personel AS,” kata Juru Bicara CENTCOM Kolonel Joe Buccino, Rabu (24/8).

Dia menambahkan bahwa serangan itu merupakan balasan atas serangan drone terhadap pasukan AS pada 15 Agustus lalu. Drone itu diduga diluncurkan oleh milisi pro- Iran terhadap target Garnisun al-Tanf yang digunakan oleh pasukan AS.

CENTCOM menyebut bahwa dalam serangan drone itu “tidak ada korban dan tidak ada kerusakan”.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), lembaga pemantau perang yang berafiliasi dengan oposisi Suriah, menyatakan serangan balasan AS itu menyasar Kamp Ayash yang dikelola oleh Fatimiyoun, kelompok militan yang anggotanya sebagian besar berasal dari Afghanistan dan didukung Iran.

Menurut SOHR, serangan itu menewaskan sedikitnya enam militan Suriah dan asing.

Di pihak lain,  juru bicara kementerian luar negeri Nasser Kanani, dalam sebuah pernyataan singkat nya, mengutuk “aksi teroris” AS terhadap kelompok-kelompok pejuang di Suriah.

Tanpa menyebutkan nama, dia membantah klaim bahwa kelompok-kelompok pejuang itu berafiliasi dengan Iran.

“Serangan terbaru tentara AS terhadap terhadap bangsa Suriah ini merupakan serangan teror terhadap kelompok-kelompok rakyat dan para pejuang anti-pendudukan,” kata Kanani, beberapa jam setelah CENTCOM membuat pernyataan.

Dia menambahkan, “Kehadiran militer AS yang berkelanjutan di beberapa bagian tanah Suriah bertentangan dengan hukum internasional dan merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan negara ini.”

Kanani mendesak AS meninggalkan Suriah, berhenti “menjarah” minyak dan biji-bijiannya, dan menyudahi dalih  perang melawan terorisme untuk tetap bercokol di Suriah.

Deir Az Zor adalah provinsi strategis yang berbatasan dengan Irak dan memiliki ladang minyak.

Kelompok milisi yang didukung Iran dan pasukan Suriah mengendalikan daerah itu dan pernah menjadi sasaran serangan jet tempur Israel dalam serangan sebelumnya.

Pasukan AS memasuki Suriah pada tahun 2015 dengan dalih demi memerangi kelompok teroris ISIS.

Sementara itu, channel Telegram Sabereen News melaporkan pada Rabu malam bahwa pangkalan militer AS di ladang minyak Al-Omar Square di timur Suriah menjadi sasaran serangan lima misil.

Menurut media ini, suara keras dari beberapa ledakan telah mengguncang pangkalan AS di ladang minyak Al Omar yang terletak di garis perbatasan antara Suriah dan Irak.

Beberapa sumber berita mengatakan bahwa setelah serangan itu, pangkalan Angkatan Darat AS juga menjadi sasaran di ladang gas Conoco di provinsi Deir Ez-Zur Suriah. (mm/raialyoum/aljazeera/mna)

Baca juga:

Menlu Turki Komentari Laporan Kemungkinan Pertemuan Erdogan dan Al-Assad di Uzbekistan

Erdogan Inginkan Perbaikan Hubungan Turki dengan Suriah, Ini Persyaratan Damaskus

 

DISKUSI: