AS Bekukan Sementara Penjualan Senjata ke Saudi dan UEA

0
171

Washington, LiputanIslam.com –  Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden telah memberlakukan penangguhan sementara beberapa kesepakatan penjualan senjata negara ini kepada negara-negara sekutunya, karena akan ditinjau ulang.

Perusahaan senjata AS seperti Raytheon Technologies dan Lockheed Martin memproduksi senjata untuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).

Surat kabar Wall Street Journal (WSJ) melaporkan bahwa penangguhan tersebut akan mempengaruhi penjualan senjata ke UEA dan Arab Saudi.

Menurut WSJ dan Reuters, para pejabat AS, Rabu (27/1), menyebutkan bahwa tim Biden saat ini sedang mempelajari keputusan penjualan senjata senilai miliaran dolar kepada Arab Saudi dan UEA yang dibuat oleh presiden AS sebelumnya, Donald Trump.

Sumber-sumber itu menjelaskan bahwa penangguhan itu mencakup kesepakatan untuk memasok senjata presisi ke Arab Saudi, serta jet tempur generasi kelima F-35 ke UEA.

Mereka juga mengatakan bahwa peninjauan kesepakatan senjata pemerintahan AS sebelumnya oleh pemerintahan selanjutnya adalah sesuatu yang biasa terjadi di AS, dan bukan tak mungkin penjualan itu pada akhirnya akan tetap disetujui.

Hanya saja, lanjut mereka, peninjauan itu menjadi menarik karena Biden dalam kampanye pilpres pernah berjanji akan mencegah penggunaan senjata AS dalam operasi militer Saudi dan UEA di Yaman setelah perang di negara jiran Saudi ini dilaporkan telah merenggut ribuan nyawa warga sipil serta memicu kelaparan yang meluas dan krisis kemanusiaan terparah di dunia. (mm/raialyoum)

Baca juga:

[Berita Gambar] Utusan AS Meninjau Kebijakan Biden untuk Israel-Palestina Di PBB

Ansharullah Tanggapi Kabar Penangguhan Sanksi AS

DISKUSI: