Arab Teluk Cueki Gerakan Jihad Islam Palestina, Mengapa?

0
106

Gaza, LiputanIslam.com –   Berbagai media di negara-negara Arab kawasan Teluk Persia tampak tidak menunjukkan perhatian, simpati, dan solidaritas yang semestinya kepada Gerakan Jihad Islam Palestina yang sedang bertempur melawan pasukan Zionis Israel, menyusul serangan teror Israel terhadap seorang seorang komandan terkemuka sayap militer Gerakan Jihad Islam, Brigade Quds, Baha Abu al-Ata, di Jalur Gaza, dan tokoh Jihad Islam lain, Akram al-Ajouri, di Damaskus, ibukota Suriah.

Pasalnya, media negara-negara Arab reaksioner itu terlihat lebih mengedepankan sektarianisme dan sentimen anti-Iran daripada semangat ke-Araban, keislaman, ataupun kemanusiaan di depan agresi brutal Israel terhadap orang-orang Palestina.

Menurut laporan al-Alam milik Iran, Rabu (13/11/2019),media itu cendrrung sinis kepada Gerakan Jihas Islam Palestina karena salah satu faksi pejuang terkemuka di Jalur Gaza ini dikenal sangat dekat dengan Iran.

Baca: Israel Dalam Konfrontasi Kali Ini Mencoba Bedakan Hamas dengan Jihad Islam

Salah satu media itu mencatat, “Abu al-Ata adalah tokoh militer yang paling dekat dengan Iran dan paling getol mendukungnya. Sedangkan al-Ajouri memiliki hubungan tersendiri dan erat dengan rezim Iran, terutama komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Qasem Soleimani dan Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah, dan inilah yang menyebabkan mata-mata Israel membuntuti al-Ajouri.”

Baca: Gerakan Jihad Islam Palestina dan Israel Masih Saling Gempur, Korban Bertambah

Dengan catatan demikian, media Arab Teluk seakan memaklumi serangan Israel terhadap Gerakan Jihad Islam Palestina.

Berbeda dengan media Arab itu, Ketua Dewan Tinggi Islam Syiah di Libanon Syeikh Abdul Amir Qabalan dalam sebuah statemennya yang mengutuk pembunuhan Abu al-Ata oleh Israel menegaskan bahwa memperkuat persatuan Arab dan Islam serta keterlibatan dalam front resistensi anti-Israel merupakan reaksi terbaik terhadap agresi kaum Zionis.

Syeikh Qabalan mengingatkan bahwa menebar fitnah dan kekacauan di tengah negara-negara Arab dan Islam merupakan salah satu modus Israel dalam upaya memuluskan rencana-rencana kejinya, dan karena itu umat Islam jangan sampai menelantarkan bangsa Palestina dan poros resistensi anti-Israel.

Baca: Netanyahu: Hanya Ada Satu Pilihan bagi Jihad Islam Palestina

Sementara itu, pemimpin Gerakan Jihad Islam Palestina Ziyad al-Nakhalah menegaskan  pihaknya berhak membalas Israel, dan bahwa balasan yang dilakukan sejak Selasa lalu sampai Rabu kemarin masih belum mengerahkan semua roket dan senjata yang dimilikinya.(mm/alalam/mayadeen)

DISKUSI: