Ansarullah Yaman Siap Tukar Pilot Saudi  dengan Tahanan Palestina

0
213

Sanaa, LiputanIslam.com –  Pemimpin gerakan Ansarullah (Huouthi) di Yaman, Sayid Abdul Malik Badruddin Al-Houthi menawarkan kepada pemerintah Arab Saudi pertukaran sejumlah perwira Saudi, termasuk para pilot, yang tertawan di Yaman dengan pembebasan “orang-orang Palestina yang disandera” oleh Saudi.

“Rezim Saudi bermesraan dengan musuh, Israel, dengan menjatuhkan vonis kejam terhadap para sandera Palestina. Kami menegaskan lagi tawaran kami kepada rezim Saudi untuk pertukaran para perwiranya, termasuk para pilot, dengan pembebasan para sandera Palestina,” ungkap Sayid l-Houthi dalam sebuah pernyataan yang ditayangkan oleh saluran TV Al-Masirah milik Ansarullah, Selasa (10/8).

Dia juga mengatakan, “Kami kembali mengutuk vonis hukuman zalim Saudi terhadap para sandera Palestina… Kriminalisasi dukungan kepada resistensi Palestina oleh rezim Saudi, Emirat dan orang-orang yang bersama keduanya merupakan penyimpangan yang berbahaya.”

Al-Houthi memperlihatkan harapannya kepada pemerintah Saudi agar pada akhirnya bersedia ikut mendukung resistensi Palestina.

“Kami akan menyambut baik jika pemerintah Saudi berpihak kepada resistensi Palestina… Keberpihakan semua kepada urusan Palestina adalah tanggungjawab agamis, moral, kebangsaan dan nasional,” ungkapnya.

Pada Ahad lalu Hamas mengaku “terpukul” oleh keluarnya vonis hukuman penjara terhadap “saudara-saudara asal Palestina dan Yordania” yang tinggal di Saudi.

Lembaga pemberitaan Palestina, Sanad li Al-Anba, juga melaporkan bahwa pengadilan khusus terorisme di Saudi pada hari itu telah menjatuhkan vonis hukuman penjara kepada para aktivis asal Palestina dan Yordania di Saudi.

Sanad li Al-Anba juga menyebutkan bahwa pada Februari 2019 otoritas Saudi telah menangkap 60 orang Palestina dan Yordania yang tinggal di Saudi, termasuk wakil Hamas Mohammad al-Khudari.

Situs-situs berita Palestina hari itu melaporkan bahwa pengadilan Saudi telah menjatuhkan vonis hukuman penjara 15 tahun penjara terhadap Al-Khudari yang sedang sakit, dan empat tahun penjara terhadap putra Al-Khudari, Hani.

Berbagai kelompok pejuang Palestina di Jalur Gaza, termasuk Hamas dan Jihad Islam, mengecam keras vonis hukuman otoritas Saudi terhadap para tahanan Palestina. (mm/rt/cnnarabic)

Berita Terkait:

Saudi Didesak segera Bebaskan Tahanan Palestina

Wakil Hamas Divonis 15 Tahun Penjara di Saudi, Faksi-Faksi Palestina Kutuk Riyadh

 

DISKUSI: