Ansarullah Yaman Sebut UEA dan Bahrain Tempuh “Jalan Angker”

0
114

Sanaa, LiputanIslam.com –  Kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) di Yaman mengecam perjanjian normalisasi hubungan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain dengan Rezim Zionis Israel yang disponsori oleh Amerika Serikat (AS).

Mahdi Al-Mashat, Ketua Dewan Tinggi Politik Yaman yang berafiliasi dengan Ansarullah di Sanaa, ibu kota Yaman, Ahad (20/9/2020), mengatakan, “Kami mencela dan mengutuk segala bentuk normalisasi dengan musuh, Israel.”

Dia memperingatkan kepada semua pelaku normalisasi Arab bahwa Palestina dan bangsanya lebih berhak atas urusan mereka dengan Israel daripada para penguasa Arab yang telah menjalin kesepakatan pemulihan hubungan dengan Israel.

“Kami juga bernasihat bahwa jalan yang telah mereka tempuh itu adalah jalan angker yang sama sekali tak ada kemaslahatan di dalamnya bagi mereka maupun rakyat mereka. Sebaliknya, yang ada hanya derita, penyesalan, dan kesia-siaan,” lanjut Al-Mashat.

Dia juga menegaskan, “Bangsa, para pemimpin, dan revolusi kami berpihak kepada Al-Quds (Yerussalem), Palestina, dan bangsa Palestina.”

Seperti diketahui,  pada tanggal 15 September 2020 delegasi UEA dan Bahrain di Gedung Putih telah meneken perjanjian damai dan normalisasi hubungan dengan delegasi Israel. Perjanjian ini mengatur pembentukan hubungan diplomatik formal dua negara Arab Teluk itu dengan rezim Zionis penjajah Palestina tersebut.

Perjanjian ini tak pelak membangkitkan protes dan kutukan dari pihak Palestina, masyarakat Arab, dan sejumlah negara, terutama Iran. (mm/rta)

Baca juga: 

Presiden Aljazair Resmi Menentang Normalisasi Hubungan Arab dengan Israel

Palestine Foundation Luncurkan Kampanye Lawan Israel, Perampok al Quds

DISKUSI: