Ansarullah Serang Saudi lagi, Bandara Abha Jadi Sasaran

0
88

Jubir Houthi Yaman, Brigadir Yahya Saree. Sumber: Debriefer.net

Sanaa, LiputanIslam.com – Gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman kembali melancarkan serangan ke wilayah Arab Saudi dengan sasaran Bandara Internasional Abha.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman yang bersekutu dengan Ansarullah, Brigjen Yahya Saree, mengumumkan serangan itu di Sanaa, ibu kota Yaman, Selasa (2/3), sembari menyebutkan bahwa pasukan drone Yaman telah menyasar hanggar-hanggar jet tempur Saudi di bandara itu dengan pesawat nirawak Qasef K-2.  Dia memastikan serangan itu tepat mengena sasaran yang diincar.

“Serangan ini sebagai balasan atas eskalasi serangan udara musuh dan blokadenya yang berkelanjutan terhadap negeri kami yang mulia,” lanjut Saree.

Di pihak lain, juru bicara koalisi yang dipimpin Saudi, Kol. Turki Al-Maliki, menyatakan pasukannya telah telah mencegat dan menghancurkan sebuah pesawat nirawak yang dilepaskan oleh Ansarullah yang disebutnya “milisi teroris” ke arah wilayah selatan Saudi.

“Upaya milisi teroris Houthi menyerang warga sipil dan properti umum secara disengaja dan sistematis merupakan kejahatan perang,” ujarnya.

Dia juga mengatakan bahwa pihaknya berusaha melindungi warga sipil dan properti umum serta menjalankan apa yang sesuai dengan undang-undang kemanusiaan dan konvensi internasional.

Belakangan ini Ansarullah menginstensifkan serangan dengan menggunakan drone bermuatan bom dan drone pengintai, yang oleh para ahli PBB dinilai berasal dari luar Yaman dengan ciri-ciri yang sesuai dengan drone yang dibuat oleh Perusahaan Manufaktur Pesawat Iran, HESA.

Sabtu dan Ahad lalu Ansarullah juga melancarkan operasi serangan besar-besaran bersandi “Perimbangan Deterensi ke-5” dengan menggunakan satu rudal balistik dan beberapa drone yang menyasar Riyadh, ibu kota Saudi, dan beberapa wilayah di selatan negara ini, termasuk Abha. (mm/alalam/raialyoum)

Baca juga:

Rudal dan Drone Yaman Kembali Menyasar Saudi, AS Kutuk Ansarullah

Ansarullah Tuding Trump Terlibat Pembunuhan Khashoggi, Pelapor PBB Tuntut Transparansi Penuh

DISKUSI: